BANTUL - Jumlah wisatawan ke Kabupaten Bantul diprediksi turun saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Jika periode yang sama di tahun lalu mencapai 320 ribu wisatawan, kali ini hanya ditaksir mencapai 250 ribu kunjungan.
Adyatama Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, penurunan tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya daya beli masyarakat yang menurun. Khusus untuk kebutuhan pokok, masyarakat kini memilih opsi yang paling murah. Dia mencotohkan, sekarang kebiasaan perokok berganti merek dari yang terkenal ke yang harganya lebih murah.
"Apalagi sekarang berlibur bukan seperti kebutuhan primer, bukan juga sekunder bisa saja tersier," paparnya, Kamis (5/12/2024).
Pria yang biasa disapa Ipung itu mengungkapkan, pergantian merek rokok yang dicontohkannya sebagai indikasi penurunan daya beli masyarakat. Pasalnya, kata dia berdasarkan data BPS rokok itu pengeluaran nomor dua masyarakat Indonesia setelah rokok.
Faktor lainnya penurunan karena cuaca ekstrem. Sejumlah daerah mengalami cuaca ekstrem yang menimbulkan bencana alam seperti di Pelabuhan Ratu banjir bandang. "Orang akan pergi ke pantai tapi juga melihat prediksi BMKG," sambungnya.
Baca Juga: Ketahuan Melakukan Vandalisme, Enam Remaja di Lendah Terpaksa Mengecat Ulang Tembok
Ipung menyebut, wisatawan di Bantul mayoritas dari kalangan pelajar. Menurutnya, saat ini jumlah pelajar semakin berkurang karena tidak sedikit rombongan belajar yang berkurang. Ditambah ada juga sejumlah sekolah yang diregrouping atau dimerger.
"Itu juga pemicu penurunan," ungkapnya.
Namun, sejumlah pengelola wisata di Bantul tetap mengupayakan berbagai acara untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Dia mencontohkan seperti Pantai Goa Cemara yang akan ada event malam tahun baru berupa musik dan pelepasan lampion. Menurutnya, sekarang sedang menginventaris pengelola wisata yang akan menyelenggarakan event menyambut Nataru. (rul)
Editor : Sevtia Eka Novarita