Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sepanjang 2024 di Bantul Tercatat 25 Aksi Bunuh Diri Dilakukan Warganya, Polisi: Kebanyakan Karena Depresi

Khairul Ma'arif • Kamis, 5 Desember 2024 | 21:52 WIB
Kejadian terakhir kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di Kasihan, Bantul karena depresi
Kejadian terakhir kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di Kasihan, Bantul karena depresi

PERINGATAN: TINDAKAN BUNUH DIRI DALAM BERITA INI BUKAN UNTUK DITIRU OLEH SIAPAPUN. ATAS ALASAN APAPUN BUNUH DIRI BUKAN JALAN KE LUAR ATAS PERSOALAN YANG SEDANG DIHADAPI. KETIKA DIRASA MENGALAMI DEPRESI SEGERA BERKONSULTASI DENGAN PSIKOLOG SECEPATNYA AGAR KONDISI MENTAL DAN PSIKIS SEMAKIN BAIK

 

BANTUL - Kejadian bunuh diri kembali ditemukan di Kabupaten Bantul, Kamis (5/12/2024) pagi.

Rahmat Hidayat, 46 ditemukan tewas gantung diri.

Seorang saksi mengatakan, sehari sebelumnya pelaku sempat menanyakan mempunyai tambang atau tidak.

"Dijawab adanya tali rafia terus korban menyaut tidak kuat itu mah," ujar Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry, Kamis (5/12/2024).

Saksi tersebut tidak memiliki rasa curiga apapun sehingga tidak menanyai lebih lanjut.

Warga sekitar pun tadi pagi digegerkan dengan kondisi Rahmat yang sudah kaku tergantung.

Sosok yang pertama kali menemukan Rahmat tergantung yakni kerabatnya.

Itu lantaran sosok pelaku yang biasanya makan di rumah kerabatnya tersebut tadi pagi tidak datang-datang.

Lantas ketika dimasuki ke rumahnya Rahmat sudah tergantung.

"Rumah kerabat dan korban berdekatan saling berhadapan," ungkap Jeffry.

Baca Juga: Prediksi Lazio vs Napoli Coppa Italia Jumat 6 Desember Kick Off 03.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Yang Diunggulkan?

Dari pemeriksaan kesehatan pelaku bunuh diri tersebut diperkirakan meninggal 4 jam yang lalu.

Tidak ada tanda penganiayaan ditemukan di tubuhnya.

"Dari keterangan petugas kesehatan korban menderita depresi dan paru-paru yang rutin berobat ke puskesmas," sambung Jeffry.

Sepanjang 2024 ini bukan kali pertama terjadi di Bantul.

Maraknya aksi bunuh diri akhir-akhir ini menjadi perhatian serius kepolisian.

Kapolres Bantul AKBP Michael Risakotta mengatakan, terus berupaya meningkatkan pendekatan ke masyarakat berupa pemberian imbauan agar bisa menekan angka kasus bunuh diri.

Menurutnya, dari data kepolisian, tercatat sudah ada 25 orang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri selama 2024.

Dia pun meminta masyarakat Bantul agar saling mengingatkan satu sama lain utamanya saat ada tetangga atau kerabat yang tampak murung.

Ketika mengalami masalah agar tidak memilih jalan bunuh diri.

"Kasus bunuh diri di Bantul kebanyakan lantaran depresi berlebihan akibat masalah ekonomi maupun masalah kesehatan," ungkapnya.

Michael mengajak, masyarakat Bantul sama-sama untuk saling mengingatkan dan membantu kerabat atau tetangganya yang sedang mengalami depresi.

Itu karena sekarang ini masih banyak masyarakat menganggap remeh tentang masalah depresi.

Menurutnya, ketika depresi, jangan ragu menghubungi psikolog agar kondisi depresi yang dialami membaik.

Konsultasi dengan psikolog dapat mencegah kemungkinan-kemungkinan tindakan yang dapat membahayakan.

Dia meminta, masyarakat Bantul untuk tidak menyebarkan video atau konten yang berisi tentang kasus bunuh diri.

“Bunuh diri bukan hal yang seharusnya disebarluaskan. Tidak ada alasan untuk menyebarluaskan penderitaan orang lain,” lanjutnya.

Sekali tersebar, konten tersebut akan sulit untuk dihapus.

Dan hal ini hanya akan memicu dampak negatif pada masyarakat, khususnya bagi keluarga dan teman-teman korban.

Polres Bantul juga meminta kerja sama dari seluruh komponen masyarakat, termasuk pengguna media sosial, untuk lebih sensitif dan bijaksana dalam menggunakan dan memviralkan konten.

Menurut Michael, ketertiban dan etika dalam bermedia sosial perlu ditekankan, dengan tidak menyebarkan foto dan video yang mengandung adegan bunuh diri ataupun kekerasan lainnya.

“Mari membangun lingkungan dengan meningkatkan kepedulian di dalam keluarga dan selalu memberi dukungan kepada setiap anggota keluarga, sehingga kejadian bunuh diri bisa terhindarkan,” tandasnya. (rul)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#depresi #Polisi #perhatian #Kapolres Bantul AKBP Michael Risakotta #kasus bunuh diri #bunuh diri #Bantul #faktor #etika #aksi #psikologi