Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tren Ekspor Bantul Beberapa Tahun Terakhir Fluktuatif, Perlahan Bangkit Pasca-Pandemi Covid-19

Khairul Ma'arif • Senin, 2 Desember 2024 | 05:15 WIB

 

Ilustrasi ekspor DIY.
Ilustrasi ekspor DIY.
 

BANTUL - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Bantul mencatat tren ekspor dalam beberapa tahun terakhir fluktuatif. Tetapi, pascapandemi Covid-19 produk Bantul yang diekspor mulai bangkit secara perlahan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat meningkatkan angka ekspor dari Bantul.

 Baca Juga: BPBD Gunungkidul Catat 104 Titik Dampak Bencana pada November 2024

Pelaksana tugas DKUKMPP Bantul Fenty Yusdayati menyampaikan, tiap tahunnya nilai ekspor meningkat. Dari data DKUKMPP Bantul pada 2018 mencapai 114,271,110.32 US Dollar. Sedangkan pada 2019 naik 32 persen hingga 151,040,882.38 US Dollar.

Hanya saja, nilainya turun 19 persen mencapai122,334,077.34 US Dollar pada 2020. Ekspor kembali naik menjadi 158,889,210.28 US Dollar di 2021, dan turun 26 persen jadi 116,687,461.02 US Dollar pada 2022. Sedangkan 2023, kembali meningkat dua persen menjadi 118,792,301,93 US Dollar.

"Ekspor itu mayoritas di furniture, garment dan sisanya berbeda-beda," katanya, Minggu (1/12/2024).

Sementara ini, dari data sementara untuk 2024 nilai ekspor Bantul mencapai 91,885,391.87 US Dollar. Diprediksi pada 2024 nilai ekspornya mencapai lebih dari 120 juta US Dollar.

Dari nilai ekspor 2024 tersebut baru rekapannya baru mencapai September saja. Masih ada sisa waktu yang belum terekap sehingga bisa mencapai ratusan juta US Dollar. "Saya yakin tahun ini bisa lebih dari 120 USD, karena di bulan Oktober, November, dan Desember bisanya banyak ekspor," sambungnya.

Fenty menilai, kondisi ekspor saat ini sudah mulai pulih dan mengalami peningkatan. Dia akan terus melakukan pelatihan pada para UMKM. Hal ini dikatakan sebagai upaya meningkatkan daya saing.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Tutik Lestariningsih menambahkan, UMKM yang potensial untuk ekspor produk kerajinan di Bantul mencapai ratusan. "Ada 526 UMKM yang potensi dan ekspor di Bantul. Kalau yang sudah ekspor itu 247 UMKM," paparnya. Kesiapan ekspor dan packaging produk akan menjadi fokus sebagai upaya peningkatan ekspor. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tren #Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian #ekspor #2019 #persen #2024 #pascapandemi #kabupaten bantul #covid -19 #2023 #furnitur #Fluktuatif #Garment #2018 #US Dollar #mencatat #Bantul #dkukmpp #2022 #Nilai #UMKM #2020 #2021