Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produk Kerajinan Lokal dari Bantul Berbahan Eceng Gondok dan MarmerTembus Amerika, Eropa, dan Timur Tengah, Menteri Perdagangan Sebut Potensi Besar

Khairul Ma'arif • Selasa, 26 November 2024 | 04:41 WIB

 

KUNJUNGAN: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat melihat pembuatan produk kerajinan berbahan baku eceng gondok di Triwidadi, Pajangan, Bantul Senin (25/11/2024).
KUNJUNGAN: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat melihat pembuatan produk kerajinan berbahan baku eceng gondok di Triwidadi, Pajangan, Bantul Senin (25/11/2024).

BANTUL - Produk kerajinan lokal Bantul berhasil menembus pasar Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Barang yang diekspor mayoritas dengan bahan baku eceng gondok dan marmer. Produknya berupa peralatan makan, cermin, mangkok, piring, hingga dekorasi rumah lainnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, nilai kerajinan yang diekspor menyentuh 127.070.80 US Dollar atau setara dengan Rp 2.060.779.260. Dengan nilai tersebut, produk lokal memiliki potensi besar.

Oleh karena itu, perluasan pasar ekspor akan dilakukan Kemendag demi meningkatkan ekspor produk Indonesia. Terlebih saat ini, Indonesia telah memiliki 40 perwakilan di luar negeri yang bertugas sebagai marketing produk dalam negeri. Perwakilan tersebut terdiri dari Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). “Membuka pasar baru dengan membuat banyak perjanjian perdagangan sebagai perluasan ekspor,” ucapnya saat pelepasan ekspor di Triwidadi, Pajangan, Bantul Senin (25/11/2024).  

Bahkan beberapa waktu lalu, lanjutnya, sudah disepakati perjanjian perdagangan dengan sejumlah negara. Di antaranya Kanada dan Denmark. Selanjutnya, yang akan dikejar adalah Eurasia dan Peru.

Menurtnya, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 60 juta. Tetapi, yang memenuhi rasio kewirausahaan hanya 3,47 persen. Artinya, UMKM yang berkelanjutan hanya sedikit. “Karena yang banyak sifatnya untuk bertahan hidup setelah itu selesai dan bangkit lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Out of Asia Handaka Santosa selaku eksportir menyebut, produk yang dikirim ke luar negeri merupakan kerajinan dari perajin lokal. Upaya ekspor, dilakukan untuk memperkenalkan hasil karya anak bangsa ke pasar internasional. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. “Produk yang kami ekspor bukan hanya barang kerajinan, tetapi juga simbol semangat dan kreativitas para perajin lokal,” ujarnya.

Menurutnya, produk-produk yang diekspor telah memenuhi standar kualitas internasional. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kreativitas #mangkok #Berhasil #Budi Santoso #lokal #ekspor #produk #eropa #amerika #menteri perdagangan #setara #Perluasan Pasar #marketing #pasar #meningkatkan #piring #Barang #Mayoritas #Indonesian Trade Promotion Center #Diekspor #potensi besar #dalam negeri #Perwakilan #Perajin #timur tengah #cermin #US Dollar #menembus #Kemendag #atase perdagangan #Marmer #PT Out of Asia #Bantul #internasional #eceng gondok #Triwidadi Pajangan Bantul #Dekorasi ruang bermain anak #Nilai #UMKM #mendag #peralatan makan #Kerajinan #Indonesia #pertumbuhan ekonomi #bahan baku #itpc