BANTUL - Sudah jatuh, tertimpa tangga. Pepatah ini seperti dialami Perumda Aneka Dharma Kabupaten Bantul sebagai pihak yang berwenang melakukan pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran. Pasalnya, usai batal kerja sama operasional (KSO) dengan PT Dhaha Putra Dewa dan harus mencari investor baru, kini Komisi B DPRD Bantul tidak menyetujui penyertaan modal ke Aneka Dharma untuk ITF Bawuran sebesar Rp 3 miliar untuk 2025.
Ketua Komisi B DPRD Bantul Arif Haryanto membenarkan hal ini sudah menjadi keputusan final karena telah paripurna. Menurutnya, Komis B meragukan perencanaan bisnis Aneka Dharma sehingga tidak menyetujui penyertaan modal Rp 3 miliar. Dia merekomendasikan dahulu agar Aneka Dharma memastikan perjanjian dengan investor.
"Dan bagaimana nanti tata kelola alat, kalau bisa meyakinkan bisa presentasi lagi,” katanya Jumat (22/11/2024).
Politikus PKS ini mengakui batalnya KSO dengan PT Dhaha Putra Dewa menjadikan sebagai catatan komisinya.
Menurutnya, penyertaan modal yang diberikan harus sesuai dengan bisnis plan Aneka Dharma. Untuk pihak ketiga investor, siapa pun itu bukan menjadi wewenangnya. “Ketika kami akan menambah penyertaan, ada seperti itu sangat ragu,” sambungnya.
Arif membeberkan, sebenarnya pada 2023 dan 2022 penyertaan modal untuk Aneka Dharma disetujui karena memang bisnis plannya jelas untuk alat tulis kantor (ATK) dan sebagainya. Dia menyebutkan pada 2022, Rp 1,3 miliar dan 2023 Rp 350 juta yang keduanya tidak untuk ITF Bawuran.
Selain itu, Aneka Dharma diminta menghitung belanja yang sudah dikeluarkan untuk ITF Bawuran. Hal itu agar tidak memberatkan lagi ke depan. Ini karena biaya yang sudah keluar untuk ITF Bawuran belum bisa dipertanggungjawabkan, apalagi ditambah penyertaan modal yang baru.
Hal itu dirasa penting karena wakil rakyat daerah pemilihan VI Bantul ini mengendus adanya kejanggalan. “Kami mendengar, ternyata sudah mengeluarkan anggaran untuk ITF Bawuran yang belum pernah menjadi diskusi komisi kami,” ungkapnya.
Dia menengarai, anggaran yang keluar dari Aneka Dharma untuk ITF Bawuran menggunakan dana penyertaan modal yang lama. Menurutnya, sudah dipastikan ada dana yang keluar untuk ITF Bawuran tetapi besarannya dikonfirmasi ke Aneka Dharma. Arif mengklaim, anggaran yang sudah keluar tidak sedikit atau lumayan besar.
Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Dharma Yuli Joko Sasongko saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban apa pun. (rul/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita