BANTUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul peringati hari ikan nasional ke-11 di Pendopo Manggala Parasamya II, Jumat (22/11/2024).
Peringatan tersebut dipadukan dengan adanya lomba masakan kreasi ikan dan bazar UMKM olahan ikan.
Diharapkan kegiatan tersebut dapat memantik peningkatan konsumsi ikan di Bantul.
Kepala DKP Bantul Istriyani mengakui, memang di wilayahnya masih sangat minim tingkat konsumsi ikan.
Bahkan angkanya di bawah rata-rata yang ditargetkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Angka minimal rata-rata konsumsi ikan DIY sekitar 34 kilogram per orang dalam setahun.
"Bantul masih di bawah rata-rata konsumsi ikan di sini 31,59 kilogram pertahun," katanya, Jumat (22/11/2024).
Angka konsumsi ikan di Bantul di bawah Sleman 38 dan Kota Jogja 36.
Meskipun Bantul punya laut untuk produksi ikan kalah dengan Sleman dan Jogja yang tidak miliki bentangan laut.
Penyebabnya karena konsumsi ikan air tawar di Sleman dan Jogja cukup tinggi.
Istriyani menuturkan, kendala rendahnya konsumsi ikan di Bantul bukan karena sulitnya atau mahalnya produk yang didapatkan.
Melainkan, karena budaya atau kebiasaan yang tidak rutin makan ikan sejak kecil.
"Di Pantura daerah Maluku tidak makan ikan sehari saja seperti tidak makan," ungkapnya.
Oleh karena itu, upaya yang dilakukanya sekarang adalah masuk ke sekolah, hantaran makanan dan ibu-ibu agar selalu ada ikan.
Caranya dengan memasifkan gemar ikan sehingga dapat meningkatkan konsumsi.
Menurutnya, total produksi ikan tangkap dan budidaya bisa mencapai 14 ribu ton.
Angka tersebut mayoritas dari hasil budidaya dipenuhinya karena ikan tangkap hanya mencapai sekitar 850 ton saja.
"Hampir sekitar 56 persen ikan didatangkan dari luar Bantul," ucap Istriyani.
Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan dari jumlah total konsumsi ikan 31,59 kilogram perorang pertahun sedangkan produksi ikannya baru mencapai 14 ribu ton.
Selama ini peningkatan produksi sudah dilakukan menggunakan dua metode intensifikasi dan ekstentifikasi.
Intenstifikasi artinya meningkatkan yang suda ada seperti misalnya penambahan kolam budidaya sehingga bisa bertambah.
Sedangkan ekstenstifikasi yaitu dengan perluasan lahan atau tambah orang terkait pelaku.
Sementara itu, Pejabat sementara Bupati Bantul Adi Bayu Kristanto menambahkan, peningkatan konsumsi ikan menjadi penting karena sebagai sumber protein.
Menurutnya, Bantul memiliki potensi perikanan baik tangkap, budidaya, maupun olahan karena berada di pesisir laut selatan.
"Ikan selain sebagai sumber pangan bergizi juga bisa menjadi penggerak perekonomian Bantul," tegasnya.
Dia mengajak untuk masyarakat Bantul membiasakan konsumsi ikan.
Sedangkan pelaku perikanan agar tetap dapat menjaga kelestarian alam. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva