BANTUL – Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran tak kunjung selesai. Bahkan kabar terbaru, perjanjian kerja sama operasional (KSO) oleh Perumda Aneka Dharma dengan PT Dhaha Putra Dewa sebagai investor batal.
"Bukan itu lagi (Dhaha, Red), batal," ujar Sekretaris Daerah Bantul Agus Budiraharja.
Hanya saja, Agus tidak mengetahui secara pasti penyebab batalnya kesepakatan tersebut. Saat ini, bahkan sudah ada calon investor baru. Namun Agus masih enggan membeberkannya.
"Ada investor baru bonafit semoga ini selesai, sedang penjajakan difasilitasi Pemprov DIY," sambungnya.
Seperti yang diketahui, proyek pembangunan ITF Bawuran mulai dikerjakan pada awal Maret. Dengan keperluan biaya sekitar Rp17 miliar. Mulanya, ITF dengan kapasitas mengolah sampah sebanyak 50 ton per hari ini ditargetkan beroperasi awal Mei. Namun sampai saat ini, pembangunannya tak kunjung selesai.
Baca Juga: Belanja dan Pendapatan Negara Tumbuh Signifikan, Realisasi APBN DIY Mencapai Rp 19,18 Triliun
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Bambang Purwadi Nugroho pun tidak mengetahui secara detail progres pembangunan ITF BAruwan. "Detailnya monggo dikonfirmasi direktur utamanya," ucapnya.
Sebelumnya pada Oktober, Direktur Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka mengaku pembangunan ITF Bawuran telah mencapai 70 persen. Hanya tinggal menunggu perakitan alat incinerator. Bahkan disebutkan, 17 rangkaian mulai didatangkan secara bertahap. “Jangan sampai alatnya sampai di sini hanya ditaruh di pinggir saja, bawanya juga repot,” lontarnya.
Jika alat sudah datang dan terpasang, lanjutnya, proses finishing konstruksi akan segera dilakukan. Meski pembangunan yang tidak sesuai dengan jadwal awal, dia menyebut hal ini masih sesuai timeline. “Karena penyelesaiannya tidak semudah dibayangkan,” tuturnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita