Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembangunan ITF Bawuran Tak Kunjung Selesai, Perjanjian Kerja Sama Operasional Aneka Dharma dengan Dhaha Putra Dewa Batal

Khairul Ma'arif • Kamis, 21 November 2024 | 14:00 WIB

 

Proses pembangunan ITF Bawuran Bantul
Proses pembangunan ITF Bawuran Bantul
 

BANTUL – Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran tak kunjung selesai. Bahkan kabar terbaru, perjanjian kerja sama operasional (KSO) oleh Perumda Aneka Dharma dengan PT Dhaha Putra Dewa sebagai investor batal.

"Bukan itu lagi (Dhaha, Red), batal," ujar Sekretaris Daerah Bantul Agus Budiraharja.

Hanya saja, Agus tidak mengetahui secara pasti penyebab batalnya kesepakatan tersebut. Saat ini, bahkan sudah ada calon investor baru. Namun Agus masih enggan membeberkannya.

"Ada investor baru bonafit semoga ini selesai, sedang penjajakan difasilitasi Pemprov DIY," sambungnya.

 Baca Juga: Warga Donomulyo, Nanggulan Kulon Progo Ikuti Musyawarah, Bisa Ajukan Keberatan Nominal Ganti Untung Tol, Namun Harus Sesuai Mekanisme

Seperti yang diketahui, proyek pembangunan ITF Bawuran mulai dikerjakan pada awal Maret. Dengan keperluan biaya sekitar Rp17 miliar. Mulanya, ITF dengan kapasitas mengolah sampah sebanyak 50 ton per hari ini ditargetkan beroperasi awal Mei. Namun sampai saat ini, pembangunannya tak kunjung selesai.

 Baca Juga: Belanja dan Pendapatan Negara Tumbuh Signifikan, Realisasi APBN DIY Mencapai Rp 19,18 Triliun

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Bambang Purwadi Nugroho pun tidak mengetahui secara detail progres pembangunan ITF BAruwan. "Detailnya monggo dikonfirmasi direktur utamanya," ucapnya.

 Baca Juga: Debat Kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, Menakar Komitmen Pasangan Calon dalam Mengurai Kemiskinan

Sebelumnya pada Oktober, Direktur Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka mengaku pembangunan ITF Bawuran telah mencapai 70 persen. Hanya tinggal menunggu perakitan alat incinerator. Bahkan disebutkan, 17 rangkaian mulai didatangkan secara bertahap. “Jangan sampai alatnya sampai di sini hanya ditaruh di pinggir saja, bawanya juga repot,” lontarnya.

Jika alat sudah datang dan terpasang, lanjutnya, proses finishing konstruksi akan segera dilakukan. Meski pembangunan yang tidak sesuai dengan jadwal awal, dia menyebut hal ini masih sesuai timeline. “Karena penyelesaiannya tidak semudah dibayangkan,” tuturnya. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#perjanjian kerjasama #operasional #Perumda Aneka Dharma #investor baru #kso #Sekda Bantul #Agus Budi Raharja #DLH Bantul #ITF Bawuran #pembangunan