BANTUL - Restorasi Gumuk Pasir Parangkusomo, Bantul dimulai. Diawali dengan pemasangan patok di kawasan zona inti.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho menjelaskan, sudah ada delapan patok yang terpasang. Pemasangan patok akan dilanjutkan hingga 45 buah terpasang. “Dengan anggaran Rp 210 juta dari danais (dana keistimewaan),” sebutnya Selasa (19/11/2024).
DLH Bantul memiliki waktu hingga Desember nanti untuk melakukan pemasangan patok yang tersisa. Sedangkan luas keseluruhan Gumuk Pasir Parangkusumo mencapai 412,8 hektare. Terdiri dari zona inti seluas 141,10 hektare, zona penyangga di bagian barat 176,43 hektare, dan zona penyangga bagian timur 95,27 hektare.
Restorasi, lanjutnya, perlu dilakukan karena adanya aktivitas di sekitar gumuk pasir yang mengancam kelestariannya. Berupa wisata motor, pertanian, perikanan, permukiman liar, hingga penambangan pasir.
Berstatus sebagai geopark nasional, restorasi ini melibatkan beberapa leading sektor. Tidak hanya dari DLH, namun juga Badan Perencaann dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul sebagai koordinator. Kepala Bappeda Bantul Ari Budi Nugroho pun menyebut, restorasi penataan Gumuk Pasir Parangkusumo dilakukan agar kegiatan masyarakat tetap berjalan berdampingan.
Meskipun dalam masa restorasi hingga 2029, objek wisata ini masih bisa dikunjungi. "Penataan ini sudah ada rembugan dengan pelaku wisata di sana," ungkapnya.
Dijelaskan, Gumuk Pasir Parangkusumo merupakan tipe barchan yang hanya ada satu di Indonesia. Sedangkan di dunia, hanya ada dua tipe barchan. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita