BANTUL - Komisi C DPRD Bantul mulai membahas anggaran dengan mitra kerja. Termasuk berkaitan pengadaan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun depan.
Hal ini karena kekeringan di sejumlah wilayah dataran tinggi Bantul menjadi agenda tahunan ketika kemarau. Penyebabnya karena warga tidak memiliki akses terhadap pompa air. "Kami alokasikan anggaran untuk Pamsimas sekitar Rp 1,35 miliar," ujar Ketua Komisi C DPRD Bantul Dwi Kristiantoro Jumat (15/11/2024).
Menurutnya, alokasi tersebut mayoritas untuk kawasan Bantul timur. Seperti Kapanewon Dlingo, Piyungan, Pundong, dan Imogiri yang masih rutin mengalami kekeringan. "Mestinya untuk penanganan wilayah yang kesulitan air," tegasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, penganggaran untuk Pamsimas bisa saja bertambah. Sebab karena nilai Rp 1,35 miliar tersebut belum termasuk bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Menurutnya, Pamsimas kebanyakan menggunakan DAK. Namun, besaran nilainya belum dapat dipastikan. "Nanti pengerjaannya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai mitra kerja kami," tuturnya.
Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMK) Bantul juga memiliki wewenang dalam pengadaan pompa air. Setiap tahunnya, selalu ada pompa air yang diberikan oleh instansi tersebut. "Kami sudah mengajukan di APBD 2025 untuk 16 titik tetapi belum diketahui teranggarkan atau tidaknya," ungkap Kepala DPMK Bantul Sri Nuryanti. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita