Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bawaslu Ingatkan Pemasangan Baliho Harus Kokoh, Jangan Sampai Mudah Roboh karena Sudah Musim Penghujan

Khairul Ma'arif • Rabu, 6 November 2024 | 02:44 WIB

 

Sejumlah pohon tumbang dampak hujan deras disertai angin kencang di wilayah Yogyakarta.
Sejumlah pohon tumbang dampak hujan deras disertai angin kencang di wilayah Yogyakarta.

 

BANTUL – Bawaslu Bantul menyadari sudah memasuki musim penghujan tetapi masa kampanye masih berlangsung. Karena itu baliho pasangan calon (paslon) Pilkada 2024 menjadi perhatian serius. Apalagi hujan yang turun beberapa hari belakangan ini juga disertai angin kencang. Alat peraga kampanye (APK) berupa baliho sangat rentan roboh dan membahayakan.

“Kami meminta pemasangan baliho dengan kerangka dan pemancang yang kuat agar tidak roboh,” ujar Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho, kemarin (5/11). Menurutnya, ketika baliho kampanye roboh tentunya itu sebagai force majeure masyarakat sekitar dapat diamankan agar tidak mengganggu.

Dia sudah meminta pengawas untuk memastikan agar APK yang terpasang tidak mengganggu ketertiban dan apalagi mengancam keselamatan manusia. Ketika ada baliho roboh yang mengganggu keselamatan orang lain, pengawas akan berkoordinasi tim kampanye paslon di tingkat kapanewon. Itu dilakukan agar untuk segera dapat ditertibkan atau dipindahkan agar tidak mengganggu.“Sementara ini belum ada laporan dan temuan baliho roboh,” sambungnya.

Didik mengatakan, pengawas di seluruh Bantul akan dikerahkan untuk melakukan pengecekan terhadap berkala. Itu karena intensitas hujan angin yang masih dominan dan masih kampanye hingga akhir November nanti. Menurutnya, berkaca pada Pemilu 2024 pun baliho roboh karena angin kencang bukan hal yang tidak mungkin terjadi.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menambahkan, ketika musim penghujan seperti sekarang angin kencang akan datang terlebih dahulu. Selanjutnya banjir dan longsor menyusul dampak kebencanaan di Bantul. Untuk ancaman pohon tumbang rata di semua titik Bantul rentan terjadi.Selama ada angin kencang dan pohon besar dapat terjadi tumbang. “Sementara ini sudah sekitar 16 pohon tumbang di Bantul,” katanya.

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah kapanewon. Di antaranya Kapanewon Bantul, Pajangan, Sanden, Jetis, Bambanglipuro, Banguntapan, Pleret, dan Sedayu. Dari 16 pohon tumbang menimpa rumah, kandang ternak, jaringan telkom, akses jalan, dan gazebo. Beruntungnya tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dari pohon tumbang. Kerugian materiil tentu saja dialami dan ditaksir jutaan rupiah. (rul/din).

Editor : Din Miftahudin
#pilkada bantul #roboh baliho #musim hujan #Bawaslu Bantul #baliho #bahaya