BANTUL – Erasmus Huis bekerja sama dengan Pendhapa Art Space menggelar pameran World Press Photo 2024, Kamis (24/10/2024) malam. Pameran ini berlangsung di Pendhapa Art Space, Sewon, Bantul mulai 25 Oktober hingga 23 November 2024.
Pameran ini menampilkan karya foto jurnalistik dan dokumenter terbaik dari para pemenang ajang World Press Photo 2024. Foto-foto yang dipamerkan mengangkat isu penting dari berbagai wilayah di dunia. Antara lain, konflik dan pergolakan politik, krisis iklim, serta keselamatan perjalanan para imigran.
Tahun ini, World Press Photo menerima 61.062 karya oleh 3.851 pewarta foto dari 130 negara. World Press Photo 2024 melombakan berbagai kategori foto, yakni foto tunggal, foto cerita, proyek jangka panjang, dan format terbuka.
Manajer dan kurator pameran World Press Photo 2024, Marika Cukrowski mengatakan, banyak tema yang telah masuk dalam World Press Photo 2024. Mulai dari tema tentang keluarga, kesehatan mental, korban perang, kerusakan lingkungan, hingga perubahan iklim.
"Karya-karya yang dipamerkan di Yogyakarta adalah karya-karya yang telah diseleksi. Menyampaikan cerita tentang perang di Gaza dan Ukraina, migrasi, keluarga, dan demensia," jelasnya saat pembukaan pameran, Kamis (24/10/2024) malam.
Dia menyampaikan, banyak jurnalis yang gugur dalam tugasnya. Lebih dari 1.600 wartawan meninggal dalam 20 tahun terakhir. Menurut Komite Perlindungan Jurnalis pada 4 Maret 2024, 94 wartawan dan pekerja media tewas dalam perang Israel-Hamas. Menjadikannya salah satu perang paling mematikan bagi media yang pernah tercatat.
“World Press Photo memperjuangkan kebebasan pers dengan menampilkan beberapa foto jurnalistik dan fotografi dokumenter terbaik dunia, mendukung para fotografer, dan memperkenalkan literasi visual kepada khalayak yang lebih luas,” kata Marika.
Salah satu karya foto jurnalistik yang ditampilkan adalah karya Mohammed Salem asal Palestina. Pewarta foto kantor berita Reuters itu memotret seorang perempuan Palestina, Inas Abu Maamar, 36, sedang mendekap jenazah keponakannya, Saly, 5, yang tewas. Saly tewas bersama empat anggota keluarga lainnya ketika rudal Israel menghantam rumah mereka di Khan Younis, Gaza, 17 Oktober 2023.
Salem mengambil foto ini hanya beberapa hari setelah istrinya melahirkan. Foto penugasan dari Reuters tersebut menggambarkan momen yang kuat dan menyedihkan yang merangkum gambaran lebih luas tentang apa yang terjadi di Jalur Gaza.
Sementara salah satu karya dari Indonesia yang ditampilkan dalam pameran tersebut adalah foto ari Arie Basuki. Karyanya yang memotret pencemaran di Sungai Cileungsi meraih honorable mention untuk kawasan Asia Tenggara dan Oseania.
Sekretaris Kedua Bidang Politik Kedutaan Besar Belanda, Zilla Boyer menyebut, karya-karya foto jurnalistik yang ditampilkan telah menangkap momen-momen luar biasa dan memberi pesan yang sangat kuat. Dia mengapresiasi foto-foto yang dihasilkan karena mampu menumbuhkan empati dan perubahan.
"Setiap gambar lebih dari sekadar foto, karya tersebut menjadi jendela perjuangan orang-orang di seluruh dunia. Menceritakan kisah-kisah melampaui batas bahasa dan budaya yang mengingatkan bahwa kita adalah manusia," ujarnya.
Zilla mengatakan, para jurnalis foto mengambil gambar yang tidak jarang membahayakan diri mereka untuk pergi ke tempat-tempat yang tidak banyak orang tahu. Para pewarta foto melakukannya dengan penuh keberanian dan dedikasi.
"Keberadaan jurnalistik sangat penting untuk menghasilkan pemberitaan yang demokratis, adil, dan jujur," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Hukum Tata Negara UGM, Zainal Arifin Mochtar menyampaikan, pameran ini menunjukkan sebuah kekuatan dari fotografi jurnalistik. Dia menilai, foto jurnalistik bisa menawarkan momen luar biasa, kesedihan, keindahan, hingga kegetiran.
Menurutnya, setiap fotografer punya maksud yang mau dikirimkan kepada publik. Dia menyebut foto jurnalistik sebagai produk budaya yang mengabarkan sesuatu untuk masa depan. "Foto jurnalistik adalah monumen yang bisa diingat, diperhatikan, dan bisa menjadi eureka moment," jelasnya. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita