BANTUL - Warga Tonalan, Argosari, Sedayu, digegerkan dengan debu tebal yang beterbangan menghalangi pandangan mata. Bahkan debu itu sampai membumbung ke atas hingga membuat langit gelap meski siang hari. Ternyata, itu terjadi karena ada kebocoran penampung fly ash di sebuah pabrik di Jalan Jogja-Wates.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengatakan, peristiwa itu terjadi kemarin (22/10) pagi. Kebocoran karena PT Varia Usaha Beton saat itu sedang melakukan aktivitas pengisian fly ash dan pasir di mesin silo. Menurutnya, aktivitas itu untuk membuat campuran beton yang terdiri atas campuran flay ash dan pasir.
"Dikarenakan katup penahan tidak kuat menahan beban pasir dan fly ash yang masuk sehingga mengakibatkan katup penahan penampungan bocor dan mengakibatkan fly ash jatuh, sehingga mengakibatkan debu beterbangan di sekitar lokasi," tutur Jeffry kemarin.
Baca Juga: Sempat Bermasalah Pilkada 2024 Tetap Gunakan Sirekap, KPU Kebumen: Sudah Ada Pengembangan
Atas peristiwa ini ada kerugian sekitar Rp 1 juta karena fly ash-nya terbuang begitu saja. Pengisian dilakukan karena sehari sebelumnya dalam kondisi kosong.
Jeffry menuturkan, saat terjadi kebocoran karyawan yang sedang bertugas berusaha menutupnya secara manual. Lantas fly ash berhenti, tidak beterbangan kembali. Untuk sanksi pidana, sementara masih didalami terlebih dahulu karena fokus pada penanganan.
"Memerintahkan kepada pemilik PT Varia Usaha Beton agar memberhentikan operasional sementara dan membersihkan debu di sekitar TKP," tegasnya.
Sementara itu, perwakilan PT Varia Usaha Beton Camdani memohon maaf atas kejadian yang kurang mengenakkan ini. Dia pun menyadari adanya trouble saat pengisian fly ash sehingga bocor yang akhirnya debunya kena angin lalu beterbangan dan menyebar di sekitarnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Dalami Kesejahteraan Ternak
Tidak ada korban jiwa atau terluka atas kejadian ini. Dia mengatakan, yang beterbangan itu debu fly ash yang keluar karena ada kebocoran dikit. "Katupnya atau sleeding-nya ambrol saat proses pengisian dari truk," tuturnya.
Atas kejadian ini Camdani mengaku sudah dimediasi dengan warga sekitar dan memohon maaf. Dia menegaskan, perusahaan tempatnya bekerja berkomitmen untuk melakukan penyiraman dampak debu fly ash.
Sementara itu, Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul Irawan Kurnianto menambahkan, personelnya turut terjun ke lokasi kejadian. Hal itu guna melakukan pembersihan atas dampak fly ash yang menempel di jalan. Pembersihan dilakukan oleh lima personel dengan menyiram dan menyemprot dampak tumpahan yang mengenai jalan. (rul/laz)
Editor : Heru Pratomo