BANTUL - Hanung Raharjo, Suradal, Titis Ajeng, dan Agung Laksmono sudah resmi menjadi Pimpinan DPRD Bantul.
Kepastian tersebut diperoleh usai dilakukan pelantikan di Kantor DPRD Bantul, Selasa (22/10/2024).
Selanjutnya pekerjaan yang menanti tentunya pembuatan alat kelengkapan yang masih menunggu diproses.
Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo mengatakan, langsung maraton melakukan rapat pimpinan bersama fraksi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membentuk Alkap yang sesuai. Menurutnya, penyelesaian Alkap akan dilakukan secepatnya.
"Karena kami sudah dikejar tugas-tugas yang belum bisa diselesaikan tanpa adanya Alkap," ujarnya, Selasa (22/10/2024).
Di antaranya seperti yang paling dekat Raperda APBD Bantul 2025 yang menunggu disahkan.
Waktu pembentukan Alkap dilakukan tentunya masih menunggu hasil kesepakatan antara Pimpinan DPRD Bantul dan fraksinya.
Dalam pelantikan ada pemandangan menarik karena, Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo hadir secara langsung mengikuti proses pelantikan.
Tentunya kehadiran keduanya bukan sebagai Bupati ataupun Wakil Bupati Bantul karena sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara.
Itu karena baik Halim maupun Joko sama-sama kembali maju di Pilkada Bantul 2024.
Keduanya masing-masing mencalonkan diri sebagai Cabup di Pilkada 2024 tidak lagi menjadi satu seperti Pilkada 2020 lalu.
Dari pantauan Radar Jogja, Selasa (22/10/2024) di Kantor DPRD Bantul Joko datang terlebih dahulu dibanding Halim.
Kedatangannya berbarengan dengan Ketua Demokrat Bantul Rony Wijaya Indra Gunawan yang tidak lain Cawabup 2024 yang mendmpingi Joko Purnomo.
Berselang sekitar 15 menit Halim pun datang tetapi hanya sendirian saja. Lantas keduanya pun bersalama dalam acara pelantikan tersebut. Halim dan Joko duduk dalam satu deretan yang sama.
Kursi tempat duduk keduanya tidak berdampingan langsung tetapi disela satu kursi yang diduduki Rony Wijaya. Seusai pelantikan keduanya sempat berjalan beriringan ke luar ruangan.
Lantas sempat saling merangkul satu sama lain Paslon Cabup-Cawabup Bantul 2020 ini.
Saat disinggung apakah kehadirannya dalam acara pelantikan janjian terlebih dahulu, Halim menyampaikan pada dasarnya datang karena undangan sebagai pimpinan partai politik.
Diketahui memang, baik Halim maupun Joko masing-masing ketua partai politik yang berkontestasi di Pilkada Bantul 2024.
Halim sebagai Ketua PKB Bantul sedangkan Joko merupakan Ketua PDI Perjuangan Bantul.
"Undangan sebagai ketua partai bukan sebagai Bupati maupun Wabup," tegas Halim seusai pelantikan.
Menurutnya, persaingannya dengan Joko dalam Pilkada Bantul 2024 tidak lebih hanya memenuhi peraturan perundang-undangannyang berlaku.
Itu karena memang dalam prosesnya mencari sosok Bupati dan Wabup melalui proses pemilihan langsung oleh warga Bantul.
Halim menilai, prosesnya yang sudah dilangsungkan bertahun-tahun sehingga pesta demokrasi di Bantul dapat tetap menjaga persaudaraan dan kondusifitas.
"Tujuannya kan baik, kami (dengan Joko, red) masih tetap bersahabat," ujarnya sambil merangkul Joko.
Dia pun tidak lupa mengucapkan selamat kepada Pimpinan DPRD Bantul yang sudah dilantik.
Sementara itu, Joko menegaskan, Pilkada Bantul 2024 harus berkalan sukses, damai, dan guyub rukun.
Menurutnya, itu hanya sebuah kompetisi yang diatur berdasarkan UU yang berlaku.
Siapa pun nantinya yang terpilih sudah sangat baik sehingga harus melaksanakan pemerintahan.
"Tetap sehati terus lah kami, gambarnya saja yang berbeda," tutur Joko. Dia pun turut menyelamatkan Pimpinan DPRD Bantul yang dilantik dan berharap dapat semakin menguatkan untuk membangun sinergi dengan Pemkab Bantul ke depan.
Itu karena DPRD tetap menjadi penyelenggara pemerintahaan yang memiliki tugas untuk mewujudkan visi dan misi. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva