BANTUL - Pemanfaatan teknologi dalam dunia pertanian sudah dilakukan oleh seorang warga Bantul Anto Harmoko. Menggunakan penyiraman tanaman otomatis berbasis internet of thing (IoT), membuat Pemerintah Kabupaten Bantul tergiur untuk turut memanfaatkannya. Pria yang juga seorang polisi tersebut sudah melakukan audiensi dengan Pjs Bupati Bantul Adi Bayu Kristanto.
"Ini adalah terobosan yang patut dicontoh,” sebut Bayu.
Sebab, lanjutnya, pemanfaatan IoT praktis dalam hal penyiraman tanaman. “Relevan dengan perkembangan zaman dan juga mendukung program smart city yang dicanangkan pemerintah daerah," ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Yohanes Aribowo menyampaikan, inovasi sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis IoT yang terintegrasi dengan Google Assistant. Menurutnya, sistem tersebut menggunakan sensor kelembaban tanah yang terhubung dengan jaringan IoT. Alat tersebut akan mengaktifkan penyiraman otomatis ketika kondisi tanah dinyatakan kering oleh sensor.
Selain itu, penyiraman juga bisa diaktifkan secara manual dengan menggunakan perintah suara melalui Google Assistant. “Dengan adanya electrifying yang sudah masuk ke lahan pertanian kita menjadikan petani-petani kita terpacu untuk berinovasi. Dan ini adalah salah satu inovasi yang dilakukan sebagai dampak dari electrifying tersebut,” ujar Yohanes.
Diharapkannya, Bantul menjadi pertama di Indonesia yang berhasil mengadopsi sistem artificial intelligence (AI) pada sektor pertanian. Menurutnya, AI akan sangat membantu para petani untuk dapat membudidaya dengan baik dan menekan biaya produksi. Selain itu, kuantitas dan kualitas dari produk pertanian dapat terjamin sehingga produk dapat bersaing. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita