BANTUL - Sejumlah pantai di Kapanewon Srandakan, Bantul mulai unjuk gigi sebagai pilihan alternatif destinasi wisata air. Namun, ada satu pantai di wilayah tersebut yang terbengkalai sejak abrasi pada 2018 silam. Yakni Pantai Kuwaru yang sudah lama ditinggalkan oleh wisatawan.
Saat ini, pantai tersebut hanya didiami oleh sejumlah nelayan. Jika ada orang luar yang datang, kunjungan mereka hanya untuk memancing.
Beberapa bangunan merupakan fasilitas umum sudah tidak terurus. Bangunannya bahkan ada yang roboh. “Rumah dan warung pada roboh,” ujar Deden, seorang nelayan di lokasi Jumat (11/10/2024).
Penataan kawasan ini, lanjutnya, tak pernah dilakukan sejak abrasi terjadi. Padahal, kunjungan di pantai ini pada medio 2010-2014 tak kalah dengan pantai terkenal di Bantul. “Dari pintu masuk ke bibir Pantai Kuwaru lebih cepat jalan kaki daripada naik motor saking ramainya,” ingatnya.
Deden mengungkapkan, Pantai Kuwaru menjadi salah satu destinasi pertama yang ada di bagian kawasan Pantai Samas. Menurutnya, sempat menjadi pesaing Parangtritis dalam jumlah kunjungan wisatawannya. Kondisi itu didukung karena kondisi pohon cemara yang masih menawan. Sehingga kawasan ini cocok untuk dikunjungi saat siang hari.
Sementara itu, Panewu Srandakan Sarjiman saat dikonfirmasi tidak menampik jika wisata Pantai Kuwaru memang sudah mati. Oleh karena itu, kini banyak pelancong yang lebih memilih mengunjungi Pantai Baru. Lokasinya di sisi barat Pantai Kuwaru. “Abrasi yang terus menerus menjadi curam. (Sehingga, Red) yang dikembangkan saat ini Pantai Baru dan Cangkring, berdekatan dengan Pantai Kuwaru,” bebernya.
Pria yang pernah menjabat sebagai panewu Sedayu menyebut, warga yang dahulunya berdagang di Pantai Kuwaru hanya warga sekitar. Saat ini mereka kembali menjadi petani. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita