BANTUL - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Yogyakarta melakukan sosialisasi sadar lalu lintas (lalin) di Kabupaten Bantul. Sasarannya yakni murid dan guru PAUD serta TK yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelaksanaannya dilangsungkan terpusat di Bantul selama dua hari pada 10-11 Oktober 2024.
Penyusun Bahan Perencanaan Pembangunan BPTD Kelas III Yogyakarta Karsi mengatakan, sosialisasi tersebut dalam rangka penyebarluasan Sadar Lalu lintas Usia Dini (SALUD) di Provinsi DIY. Menurutnya, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan patut menjadi perhatian serius. Itu karena angka kecelakaan dan tingkat kematian akibat kecelakaan Lalin masih tinggi.
Angka kecelakaan yang terus meningkat disebabkan oleh berbagai faktor. "Satu di antaranya, faktor manusia yakni pengguna jalan tidak tertib dalam berlalu lintas," ujarnya, Kamis (10/10/2024).
Berdasarkan data Polri pada 2023, korban meninggal dunia akibat kecelakaan mencapai 27.895 jiwa. Meningkat 1,32 persen dari tahun 2022 yang hanya mencapai 27.531 jiwa.
Karsi menuturkan, sosialisasi menyasar anak usia dini dan guru TK karena sekolah bisa membantu muridnya belajar pentingnya keselamatan jalan sejak usia sekolah. Sosialisasi yang dilangsungkan di Pendopo Manggala Parasamya II Bantul ini, juga menjadi rangkaian Pekan Keselamatan Jalan 2024 Ditjen Hubdat.
"Kegiatan ini diikuti oleh setidaknya 55 orang guru TK se-DIY dengan 50 murid TK se-DIY," sebutnya.
Menurutnya, kegiatan SALUD bertujuan untuk memberikan dasar berlalu lintas yang berkeselamatan sejak usia dini. Lantas juga menanamkan perilaku berkeselamatan pada anak usia dini dalam berlalu lintas. Diharapkan, dapat membangun karakter budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan sejak usia dini.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal menambahkan, ini sebagai upaya membudayakan tertib berlalu lintas. Menurutnya, Provinsi DIY menjadi daerah nomor tujuh tertinggi angka kecelakaan se-Indonesia dibanding provinsi lainnya. "Saya mengajak para ibu guru TK agar memberikan edukasi kepada generasi penerus," tuturnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita