BANTUL - Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bantul masih di angka 3,78 persen dari jumlah angkatan kerja sekitar 570.000 orang. Atau setara dengan 21.546 orang. Agar penyerapan jumlah pengangguran menurun, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Bantul berupaya memfasilitasi warga yang hendak bekerja ke luar Bantul. Baik dalam maupun luar negeri.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Rumiyati mengatakan, sepanjang 2024 baru sekitar 100 pekerja ke luar negeri. Angka tersebut terdiri dari 79 pekerja formal dan 29 pekerja informal. Pemberangkatannya ke sejumlah negara seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, Singapura,dan Selandia Baru. "Terbanyak ke Malaysia," tuturnya Selasa (1/10/2024).
Teknis penyalurannya, calon pekerja migran mengajukan berkas ke Disnakertrans Bantul. Lantas berkas diverifikasi. Kemudian calon pekerja melakukan pendaftaran di aplikasi siap kerja.
Nantinya ada agen yang dapat menyalurkan dan calon pekerja bisa memilih. Namun, ketentuan lolos atau tidaknya tetap menjadi kewenangan agen penyalur kerja. "Nanti agen mengajukan penempatan ke disnakertrans untuk diverifikasi," sebutnya.
Agen penyalur kerja yang dimaksud ialah kalangan swasta yang termasuk dalam perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI). Selain itu, Rumiyati mengklaim sepanjang 2024 ini ada 17.560 warga Bantul yang terserap menjadi tenaga kerja. Didominasi sektor manufaktur dan padat karya.
Diupayakannya akan terus bertambah hingga Desember 2024 ini. Terlebih dalam waktu dekat, Disnakertrans Bantul juga akan ada penyaluran tenaga kerja ke Batam. Sekarang prosesnya masih seleksi dan dikhususkan untuk laki-laki saja dengan batas usia 22 tahun. "Kuotanya sedikit hanya 10 orang yang bekerja di bidang manufaktur alat kesehatan," tuturnya.
Selain sejumlah penyaluran pekerja, Disnakertrans Bantul rutin menggelar job fair online setiap bulannya di website resmi. Informasi lowongan pekerjaan pun disebarluaskan ke kalangan angkatan kerja.
Sementara itu Mediator Hubungan Industrial Disnakertrans Bantul Bahari Toharrudin menambahkan, sepanjang 2024 terdata 287 pekerja ter-PHK. Rinciannya dari berbagai kriteria seperti habis kontrak, PHK efisiensi pengunduran diri dan PHK karena kesalahan indisipliner. "PHK indisipliner ada delapan orang," tandasnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita