Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dalam Tiga Setengah Tahun, Sepuluh Ribu Warga Bantul Mentas dari Kemiskinan

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 19 September 2024 | 21:38 WIB
PEMBERDAYAAN: Abdul Halim Muslih meninjau salah satu kelompok binaan budidaya lele.
PEMBERDAYAAN: Abdul Halim Muslih meninjau salah satu kelompok binaan budidaya lele.

RADAR JOGJA - Penanganan kemiskinan di Kabupaten Bantul menunjukkan hasil menggembirakan. Itu ditandai dengan turunnya angka kemiskinan.

Dalam tiga setengah tahun terakhir, jumlah warga Bumi Projotamansari yang mentas dari kategori miskin sekitar sepuluh ribu orang.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, kemiskinan pada tahun 2020 di angka 13,50 persen atau sekitar 136,66 ribu jiwa.

Di tengah puncak pandemi Covid-19, angka kemiskinan merangkak naik.

Tembus 14,04 persen atau 146,98 ribu jiwa. Maklum, pandemi saat itu meluluhlantakkan perekonomian global.

”Tak terkecuali di Indonesia. Khususnya di Bantul,” jelas Halim di kompleks Parasamya belum lama ini.

Kendati tertatih-tatih, Halim tetap berkomitmen menurunkan angka kemiskinan. Penanganan angka kemiskinan pada 2022 akhirnya kembali menunjukkan hasil positif.

Meski, sebagian besar APBD dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19.

”Pada 2022 di angka 12,27 persen atau 130,13 ribu jiwa,” sebutnya.

Setali tiga uang pada 2023. Menurutnya, angka kemiskinan kembali turun. Bahkan penurunannya cukup signifikan.

Kali ini tembus 11,96 persen atau 128,51 ribu jiwa. Kemudian pada 2024 turun lagi di angka 11,66 persen atau 126,93 ribu jiwa.

Bahkan, menurutnya penurunan angka kemiskinan saat itu tertinggi dalam sejarah di Bantul. Penurunan mencapai 1,77 persen dalam setahun.

"Penurunan angka kemiskinan menurut pengalaman yang sudah ada, paling banter kisaran 0,6-0, 7 persen, sehingga menurunkan angka 1 persen itu susahnya luar biasa," sebutnya.

Sehingga, sejak awal menjabat pada 27 Februari 2021 hingga 2024, Halim sukses mengeluarkan sekitar sepuluh ribu warga keluar dari jurang kemiskinan.

Kendati begitu, Halim menegaskan, angka kemiskinan pada 2025 harus di bawah dua digit. Target ini jauh di atas patokan dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Berdasar dokumen RPJMD Kabupaten Bantul 2021-2026, target penanganan angka kemiskinan pada 2025 hanya 12,05 persen.

Pun dengan capaian penanganan kemiskinan pada 2024. Target dalam RPJMD hanya 12,50 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bantul Ari Budi Nugroho menyebut ada beberapa program khusus untuk penanganan angka kemiskinan. Di antaranya padat karya infrastruktur. (zam)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#RPJMD #kabupaten bantul #Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bantul #angka kemiskinan #Abdul Halim Muslih #kemiskinan #Warga Bantul Mentas dari Kemiskinan #warga bantul #bupati bantul