BANTUL – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul melakukan terobosan mengembangkan kawasan perikanan budi daya. Diinisiasi lewat Gerakan Perikanan untuk Masyarakat Samubarang Dadi Reja (Gapura Samudera). Sebab tahun lalu, produksi perikanan di Bantul defisit hingga 17.878 ton.
Kepala DKP Bantul Istriyani menjelaskan, adanya terobosan tersebut menjadi sebuah etos kerja yang substansinya adalah sinergi dan kolaborasi antara instansi yang dipimpinnya dan Pemkal Poncosari, Srandakan. ”Mengembangkan kawasan perikanan budi daya lele intensif menggunakan tanah kas kalurahan seluas 7.600 meter persegi yang berlokasi di Padukuhan Godegan,” ujarnya Rabu (18/9/2024).
Pendanaan program ini melalui sharing anggaran antara Pemkal Poncosari dan DKP Bantul. Pembiayaannya digunakan untuk pembuatan kolam bulat dan sarana prasarana (sarpras) pendukungnya.
Sedangkan DKP Bantul menganggarkan pengadaan demplot budi daya ikan lele kolam bulat sebanyak tiga paket untuk tiga Pokdakan dan satu paket dari DAK untuk satu Pokdakan.
Pelaksanaan teknisnya, dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Mukti Lestari Poncosari. Serta didampingi oleh Tim Kerja yang terdiri dari unsur pemerintah, swasta, praktisi bisnis perikanan dan perguruan tinggi. ”Kawasan perikanan budi daya dimaksud telah ditetapkan oleh bupati bantul dengan SK Nomor 387 tertanggal 19 Juli 2024,” sebutnya.
Sementara itu, Lurah Poncosari Supriyanto menambahkan, 32 kolam bulat dengan diameter tiga meter itu dapat menampung lima ribu benih padat tebar per kolam. Sehingga estimasi produksi ikan lele tahun depan mencapai 19,2 ton per siklus.
Menurutnya, keberhasilan dan keberlanjutan budi daya ikan di kawasan ini ditentukan oleh kedisiplinan kelompok menerapkan SOP. Serta ketaatan mengikuti kesepakatan yang mengatur tentang manajemen kawasan bisnis. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita