BANTUL - Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Kabupaten Bantul dipastikan terus berlanjut. Hal ini karena Perusahaan Daerah (PD) Aneka Dharma sebagai penanggung jawab telah menggandeng investor baru yaitu PT Dhaha Putra Dewa.
Direktur PD Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka mengklaim, progres pembangunan ITF Bawuran sudah lebih dari 50 persen. Dia juga memastikan, pembangunannya akan terus berlanjut.
Terlebih saat ini, investor tengah melakukan appraisal (penilaian). Berkaitan dengan nilai investasi yang akan dilakukan. Baik untuk biaya pengerjaan konstruksi bangunan, hingga pengadaan alat-alat di ITF Bawuran saat beroperasi. “Tetap yang terbaik kami upayakan,” ungkapnya kepada Radar Jogja Selasa (17/9/2024).
Saat ditanya soal taksiran nilai investasi, Yuli Budi tak ingin berspekulasi. “Saya tidak berhak menyampaikan (nominal invesati, Red) karena kalau meleset, salah nantinya,” sebutnya.
Jika sesuai rencana, proses penilaian ini membutuhkan waktu dua minggu. Tentunya dengan catatan tidak ada kendala dalam dinamika di lapangan. Sehingga ITF Bawuran ditargetkan rampung pada September, dan dapat segera dioperasionalkan. “Dalam waktu dekat akan ada percepatan,” tegasnya.
Diketahui, ITF Bawuran menjadi satu di antara tiga fasilitas pengolahan sampah yang dibangun di Bantul pada 2024. Dua lainnya adalah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Modalan dan Dingkikan. Namun, baru TPST Dingkikan di Kapanewon Sedayu yang mulai beroperasi dengan mengolah 10 ton sampah per hari.
Sedangkan TPST Modalan di Kapanewon Banguntapan, pengerjaan konstruksi sudah selesai. Tetapi belum dioperasikan. Sebab saat ini masih dilakukan uji coba alat pengolah sampah. Dijadwalkan akhir September bisa beroperasi. Sehingga bisa mengolah sampah di wilayah utara Bantul bersama dengan keberadaan TPS3R. “Jadi untuk penanganan sampah di Banguntapan menunggu TPST Modalan,” tutur Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita