Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penyertaan Modal APBD Bantul Rp 2 Miliar untuk Pembangunan ITF Bawuran kepada PT Aneka Dharma Masih Ditunda

Khairul Ma'arif • Selasa, 17 September 2024 | 14:20 WIB

 

Proses pembangunan ITF Bawuran Bantul
Proses pembangunan ITF Bawuran Bantul

BANTUL - Penyertaan modal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pembangunan intermediate treatment facility (ITF) Bawuran ditunda. Hal ini karena perencanaan dari Perumda Aneka Dharma sebagai pelaksana pembangunan tidak rinci dan jelas.

“Kalau Aneka Dharma punya dana sendiri, dipersilakan saja. Karena tidak menggunakan penyertaan modal APBD,” lontar anggota DPRD Bantul Arif Haryanto Senin(16/9/2024).

Menurutnya, pembahasan lanjutan terkait penyertaan modal senilai Rp 2 miliar ini akan dilakukan pada November. Sehingga diharapkan, Aneka Dharma bisa menyiapkan perencanaan yang lebih matang. Mengingat pembangunan ITF ini memakan biaya hingga sekitar Rp 20 miliar.

Dia pun tak heran, jika saat ini pembangunan ITF Bawuran tak kunjung selesai. Selain masalah modal untuk pembangunan, penanggung jawab proyek ini tidak berpengalaman dalam hal sampah. Sebab badan usaha milik daerah ini, sebelumnya bergerak di bidang alat tulis kantor.

 Mengenai kesanggupan pembangunan itu, Arif mengaku sudah menanyakan ke Aneka Dharma. Jawaban saat itu, Aneka Dharma akan mencoba terlebih dahulu dengan anggaran yang dimiliki.

 Baca Juga: Belum Menang hingga Pekan Kelima, Amankan Posisi Kursi Pelatih PSS Sleman Wagner Lopez

Terpisah, Direktur Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka enggan membeberkan progres pembangunan ITF Bawuran. Dia beralasan sedang berada di luar kota dan meminta waktu menjawabnya esok hari. Selain itu, pemangku wilayah setempat baik Lurah Bawuran Supardiono dan Panewu Pleret Evie Nur Siti Fatonah juga tidak berkenan memberikan pernyataan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi mengaku, saat ini pengelolaan sampah di Bantul hanya mengandalkan TPST Dingkikan di Argodadi, Sedayu. Itu pun sampah yang mampu diolah, hanya sekitar 10 ton per hari. Sebab modul dua dan tiga masih dalam tahap finalisasi.

Pada dasarnya, lanjutnya, pembangunan TPST Modalan maupun ITF Bawuran ditargetkan selesai September. “TPST Modalan dengan kapasitas 50 ton per hari sudah dilakukan conditioning tes awal September,” ujarnya.

Sedangkan untuk ITF Bawuran, Bambang mengklaim progresnya masih berjalan. Meskipun diakuinya, laporan update dari Aneka Dharma belum diketahuinya secara pasti. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#DPRD Bantul #Perumda Aneka Dharma #Pemkab Bantul #ITF Bawuran