BANTUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul memiliki lima paket pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) sepanjang 2024. Meskipun persoalan sampah belum selesai pelaksanaan proyek tersebut tetap berlangsung. Dari lima paket tersebut RTH diadakan di lima kapanewon berbeda.
Di antaranya di Kapanewon Dlingo, Imogiri, Banguntapan, Kasihan, Pandak dengan jumlahnya RTHnya sebanyak tujuh. "Nilainya Rp 1,7 miliar bersumber APBD," ujar Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Rabu (11/9/2024).
Baca Juga: Honda Anugerah Bantul Hadir untuk Mempermudah Akses Pelanggan, Targetkan Penjualan 25 Unit Per Bulan
Dari tujuh unit, RTH yang sudah selesai dibangun berada di Kalurahan Tamanan, Banguntapan. Namun dari pantauan Radar Jogja, kondisinya sepi dan tidak ada masyarakat yang memanfaatkannya. Bahkan anak-anak yang melewati lokasi ini pun memilih memancing di empang dekat RTH.
Ditanya soal hal itu, Bambang menyebut, karena lokasi RTH yang tidak berada di tengah-tengah permukiman. Sehingga wajar jika tampak lengang dan sepi.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran Masih Tinggi, Disnaker Sleman Buat Program Taksi Pekerja
Menurutnya, luasan RTH berbeda-beda. Terhitung mulai dari 100-300 meter persegi. Sehingga saat ini, Bantul telah memiliki 14,80 persen RTH dari luas wilayah. Degan total mencapai 78 titik. "Jadi masih kurang lahan RTH 2,20 persen (total RTH 16 persen dari total wilayah Bantul, Red) yang akan direalisasikan 2025," ungkapnya.
Bambang mengaku, pelaksanaan proyek tetap dilakukan. Meskipun persoalan sampah di Bumi Projotamansari belum selesai. Itu karena penganggaran RTH sudah direncanakan jauh sebelum masalah sampah mencuat.
Dia pun menyebut, saat ini masih banyak titik yang menjadi tempat pembuangan sampah liar. Seperti di Jalan Parangtritis, Padukuhan Salakan, Bangunharjo, Sewon. Sampah yang ada turut dibersihkan oleh warga setempat berulang kali. “Baru dibersihkan dua hari sudah menumpuk lagi," lontar Lurah Bangunharjo Nur Hidayat.
Namun diakuinya, warga mulai enggan mengurus sampah di area tersebut. Sehingga saat ini, turut diletakkan puluhan pot bunga agar tidak jadi sasaran pembuangan sampah liar. “Sebagai penghalang agar warga sadar tidak membuang di lokasi tersebut itu lagi," tegasnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita