Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelajar Bantul Masih Ada yang Terlibat Tindakan Kriminal, Terbaru Siswa SMP Diciduk Usai Lakukan Pembacokan

Khairul Ma'arif • Senin, 9 September 2024 | 03:05 WIB
UJI COBA: Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU COCO Pertamina, Lempuyangan, Kota Jogja, kemarin (29/6). Mulai 1 Juli mendatang, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian
UJI COBA: Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU COCO Pertamina, Lempuyangan, Kota Jogja, kemarin (29/6). Mulai 1 Juli mendatang, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian

RADAR JOGJA  – Masih sangat sulit untuk menghilangkan angka kriminalitas pada pelajar di Kabupaten Bantul. Terbaru pada Minggu (8/9/2024) dini hari, tiga pelajar di Bantul terlibat penganiayaan dengan pembacokan.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menyampaikan, tiga siswa yang terlibat itu inisial DAWU, IDN, dan AJBS. Ketiganya berboncengan dengan satu motor dengan DAWU berperan sebagai pengendara dan dua sisanya yang membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit. “AJBS pembonceng tengah pelaku pembacokan,” katanya Minggu (8/9/2024).

Adapun korbannya juga seorang pelajar berinisial FDA dan RGS yang mengalami pembacokan di depan SD Winongo. Korban RGS mengalami luka bacokan di paha kanannya yang robek dengan lebar 7 centimeter, kedalaman 5 centimeter.

Sedangkan FDA mengalami luka lecet di tangan dan kaki kirinya karena terjatuh usai temannya terkena bacokan. Ketiga pelaku melarikan diri usai melakukan pembacokan dengan mengendarai motor di atas kecepatan normal.

Namun pelaku menabrak pengendara motor di simpang empat Dongkelan. “Saat diperiksa kedapatan membawa dua celurit,” sebut Jeffry.

Dari pemeriksaan awal, ketiga pelaku janjian untuk tawuran dengan FDA dan RGS di Jalan Bantul. Bahkan sebelum kejadian pembacokan, keduanya sudah melakukan video call terlebih dahulu.

Terpisah, Kepala Bidang SMP Disdikpora Bantul Retno Yuli Astuti mengaku, sangat sulit untuk membuat angka kenakalan remaja nol kasus. Meski begitu, tetap diupayakan agar perilaku kriminal di kalangan pelajar bisa diminimalisasi.

“Butuh proses, sampai sistem di masyarakat, keluarga dan sekolah bisa sinergis,” ungkapnya.

Sementara ini sudah dilakukan berbagai langkah preventif dari Disdikpora Bantul yang diarahkan kepada stakeholder terkait di bawahnya. Seperti peran kepala sekolah (kepsek) dan peran guru Bimbingan Konseling (BK).

Kepsek memiliki peran harus menunjukkan perilaku dan tindakan yang mencerminkan integritas, komitmen, dan kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan yang berkarakter dari kepala sekolah, dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. “Pada akhirnya berdampak pada keberhasilan akademik dan pribadi siswa,” tuturnya.

Sedangkan untuk peran guru BK, harus menjadi pendukung kesehatan mental bagi para siswa. Di antaranya memberikan konseling kepada siswa yang mengalami stres, kecemasan, atau masalah emosional lain. Guru BK juga sudah diarahkan untuk dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal masalah kesehatan mental dan memberikan intervensi yang tepat. “Membantu menyelesaikan konflik antara siswa atau antara siswa dan guru,” tandasnya. (rul/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Disdikpora bantul #pelajar #Kenakalan Remaja #polres bantul