Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hampir Dua Pekan Berlalu, Penyebab 25 Santri Muntah-muntah di Bantul Belum Diketahui

Khairul Ma'arif • Jumat, 6 September 2024 | 03:43 WIB

 

Iustrasi mual akibat keracunan. Warga Kalitekuk Gunungkidul keracunan diduga setelah hajatan
Iustrasi mual akibat keracunan. Warga Kalitekuk Gunungkidul keracunan diduga setelah hajatan

RADAR JOGJA - Sudah hampir dua pekan pascaperistiwa 25 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mushlihin, Sanden, Bantul yang mual-mual, pusing, hingga muntah massal terjadi. Namun sampai saat ini, belum juga diketahui penyebab pastinya. Karena hasil uji laboratorium tak kunjung ke luar.

Padahal, pemeriksaan terhadap sampel muntahan sudah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul sejak Minggu (25/8/2024) lalu. Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara membenarkan kalau sampai sekarang memang hasilnya belum ke luar masih diproses di laboratorium.

Menurutnya, untuk dapat diketahui hasilnya dibutuhkan waktu sekitar dua pekan. "Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laborat. Kemarin yang diutamakan adalah pasien yang mengalami keluhan tertangani dahulu dengan sebaik-baiknya," katanya, Kamis (5/9/2024).

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darul Mushlihin Andri Efriadi mengaku, sangat berharap hasil laboratorium dapat segera diterimanya. Itu karena akan dijadikan bahan pertimbangan agar dapat terhindar dari kejadian serupa. Meskipun memang disadarinya tidak dapat memaksakan untuk memperoleh hasilnya. “Kalau bisa sih kami diberikan,” tegasnya.

Dia menuturkan, sekarang 25 santrinya sudah beraktivitas seperti biasanya sebelum mengalami dugaan keracunan. 14 santri yang terakhir menjalani rawat inap pun sudah pulih sepenuhnya. Sudah tidak menjalani rawat jalan maupun konsumsi obat dari rumah sakit. “Sudah tidak ada keluhan gejala serupa juga sekarang,” ucapnya. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Ponpes Darul Mushlihin #dinkes bantul #keracunan makanan #sanden bantul