Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tekan Angka Kematian Karena Stroke RSUD Panembahan Senopati Bantul Luncurkan Madukara, Ini Penjelasannya!

Khairul Ma'arif • Rabu, 4 September 2024 | 21:31 WIB
Direktur RSUD Panembahan Senopati Atthobari saat ditemui di ruangannya, Rabu (4/9/2024).
Direktur RSUD Panembahan Senopati Atthobari saat ditemui di ruangannya, Rabu (4/9/2024).

BANTUL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul meluncurkan program manajemen terpadu kelola penyakit pembuluh darah atau disingkat menjadi Madukara.

Program ini untuk menjawab tantangan dalam penanganan penyakit khususnya stroke yang dialami warga Bantul.

Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kematian yang disebabkan penyakit stroke.


Direktur RSUD Panembahan Senopati Atthobari menyampaikan, instansi yang dipimpinnya merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan di Bantul.

Inisiatif menghadirkan Madukara merupakan langkah besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya para penyintas stroke.

Menurutnya, stroke merupakan satu di antara penyakit pembuluh darah.


“Melihat tingginya angka kejadian stroke di Indonesia, RSUD Panembahan Senopati Bantul berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik bagi pasien stroke,” tegasnya, Rabu (4/9/2024).

Penyakit stroke dapat mengakibatkan kecacatan permanen hingga kematian bagi penderitanya.

Atthobari menuturkan, Madukara merupakan inisiasi yang digagasnya sendiri untuk RSUD Panembahan Senopati dan juga dalam rangka sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat 2 Angkatan XIII yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN).


Dijelaskan, Madukara merupakan satu pendekatan komprehensif yang melibatkan disiplin ilmu dalam penanganan pasien stroke.

Mulai dari tahap pra-RS hingga sampai rehabilitasi yang meliputi pelayanan stroke di klinik rawat jalan, rawat inap, dan unit gawat darurat (UGD).

Baca Juga: Prediksi Arab Saudi vs Indonesia Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Ketiga Jumat 6 September, Menanti Magis Skuad Garuda

Selain itu, Madukara juga menjadi pengembangan layanan terpadu mulai dari aktivasi code stroke, stroke korner, home care, layanan neurointervensi (Cathlab), layanan bedah syaraf, bangsal khusus stroke dan pelayanan home care.


“Untuk pelayanan neurointervensi saat ini telah disiapkan SDMnya mulai dari dokter spesialis neurologi, perawat, radiologi dan lainnya serta juga telah disiapkan operasional Ruang Cathlab,” imbuh Atthobari.

Menurutnya, manfaat dari adanya inovasi Madukara di antaranya memberikan kemudahan pasien mendapatkan akses pelayanan stroke.

Dapat juga mengurangi rujukan pasien ke RS lain yang lebih lengkap, pasien stroke mendapatkan pelayanan yang berkualitas, efektif dan efisien, meningkatkan derajat kesehatan dan produktifitas panderita pasca stroke.


Tujuan dari Madukara tentu untuk dapat mendeteksi secara dini melalui kampanye edukasi sehingga masyarakat akan lebih mengenali tanda-tanda stroke dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, dalam segi penanganan juga lebih cepat karena tim medis yang terlatih dan fasilitas yang lengkap memungkinkan penanganan dilakukan dalam waktu pertama setelah pasien mengalam stroke yaitu 4,5 jam.

Diharapkan, diluncurkannya Madukara dapat menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke di Bantul.

Selain itu, kualitas hidup para penyintas stroke juga akan meningkat berkat rehabilitasi yang komprehensif.

RSUD Panembahan Senopati Bantul berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini dan menjadi rujukan utama dalam penanganan stroke di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (rul)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#pengembangan layanan terpadu #inovasi #Madukara #Direktur RSUD Panembahan Senopati Atthobari #RSUD Panembahan Senopati Bantul #pasien stroke #Bantul #program #stroke #tekan angka kematian