Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

25 Santri Ponpes Darul Mushlihin, Sanden, Bantul Diduga Keracunan Makanan usai Ikut Karnaval

Khairul Ma'arif • Selasa, 27 Agustus 2024 | 04:45 WIB
Pimpinan Ponpes Darul Mushlihin Andri Efriadi.Khairul Ma
Pimpinan Ponpes Darul Mushlihin Andri Efriadi.Khairul Ma

 

RADAR JOGJA - Sebanyak 25 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mushlihin, Sanden, Bantul diduga keracunan makanan. Seluruhnya dilarikan ke RS Saras Adyatma, Bambanglipuro dan RS Rachma Husada pada Minggu (25/8). Kini hanya tinggal 14 orang masih menjalani rawat inap.


Pimpinan Ponpes Darul Mushlihin Andri Efriadi mengatakan, santrinya mengeluhkan mual, pusing, diare, hingga muntah sejak Sabtu (24/8) malam. Awalnya hanya dikira kelelahan karena mengikuti karnaval di tingkat kapanewon.


Namun hingga keesokan harinya, kondisi para santrinya tidak berubah. Lantas dibawa ke RS terdekat. "Faktor praduga kami jajanan makanannya tidak higienis atau mungkin sausnya. Tapi sekarang hasil labnya belum ke luar," ungkapnya.


Menurutnya, santrinya diperkirakan jajan makanan ringan saat melangsungkan karnaval. Dikatakannya, jajanan itu bisa berupa cimol, sempol, dan lainnya.
Andi menyampaikan, santri yang diduga mengalami keracunan merupakan pelajar tingkat SMA. Rentang usinya 14-17 tahun.

Direktur RS Saras Adyatma Tri Wahyuni menyebut, dugaan sementara adalah keracunan. Namun, kepastian penyebabnya masih membutuhkan waktu untuk diselidiki lebih lanjut. "Masih dalam penyelidikan epidomologi untuk sebab pastinya," ungkapnya.


Menurutnya, sekarang sampel muntah dan makanan sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul. Nantinya akan diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) DIY.

Total dari 25 pasien, 17 dibawa ke RS Saras Adyatmata. Sementara delapan sisanya diperiksakan di RS Rachma Husada. Adapun 25 santri tersebut terdiri dari 17 orang perempuan dan delapan laki-laki.


Sementara itu, Panewu Sanden Deni Hartono menambahkan, hasil lab sampel muntahan dan makanan itu baru akan diketahui hasilnya setelah dua pekan pemeriksaan laboratorium. Para santri yang diduga keracunan itu, siang setelah karnaval mengonsumsi ayam, hingga jajan jananan bakso tusuk dengan saus merah. “Malamnya dibuatkan mi rebus di Ponpesnya,” tuturnya. (rul/eno)

Editor : Satria Pradika
#sanden #Ponpes Darul Mushlihin #Bantul #karnaval #santri keracunan #keracunan makanan