Dalam rentang waktu sepekan tren penggunanya mengalami kenaikan. Meskipun, tiga hari awal beroperasi masih sangat minim penggunanya.
Tiga hari pertama yakni Senin (19/8/2024) hingga Rabu (21/8/2024) operasional nampak begitu berat meskipun pemanfaatannya gratis.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo membenarkan, hanya mengangkut tiga siswa saja pada tiga hari awal operasionalnya.
"Pada Kamis 22 Agustus ada peningkatan menjadi 11 penumpang," katanya, Minggu (25/8/2024).
Lantas peningkatan penumpang cukup signifikan terjadi pada Jumat (23/8/2024).
Saat pagi hari pengantaran untuk menuju ke sekolah ada 21 penumpang yang memanfaatkannya.
Sedangkan saat sepulang sekolah ada 29 siswa yang diangkut bus sekolah gratis.
Operasionalnya tentu mengikuti waktu sekolah sehingga pada Sabtu-Minggu penjemputan dan pengantarannya libur.
Toto mengklaim, evaluasi sementara sepekan animo pengguna cenderung meningkat.
"Sosialisasi kepada sekolah dan masyarakat tetap kami lanjutkan demi mendukung operasional bus sekolah agar efektif," imbuhnya.
Dia berharap, di pekan kedua nantinya trennya semakin bagus seiring sosialisasi yang terus digencarkan.
Dengan begitu, dampak pemanfaatan bus sekolah semakin meluas. Itu karena memang pada dasarnya rute pertama yang dioperasikan ini melintasi sekitar 12 sekolah campuran dari tingkat SD hingga SMA sederajat.
Rute selanjutnya yakni Imogiri yang belum dioperasionalkan. Toto mengaku, sedang merencanakan untuk menata rute tersebut.
"Dengan catatan, usulan armada bus sekolah yang baru ke Kemenhub dapat sesegera mungkin direalisasikan secara positif," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Nugroho Eko Setyanto mengungkapkan, rute Palbapang-Sedayu ataupun sebaliknya sekarang belum ada penyedia angkutan umumnya.
Namun, memang pernah ada tetapi itu sudah sangat lama sekali.
Menurutnya, keberadaan bus sekolah ini dapat melayani siswa-siswi di Bantul.
Disadarinya memang baru satu rute saja yang dilayani karena keterbatasan armada.
Dia berharap, adanya rintisan bus sekolah ini ke depan dapat lebih dikembangkan Dishub Bantul.
"Terutama untuk jalur lain yang tidak ada angkutan umum," tandasnya.
Editor : Bahana.