Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Kapanewon di Bantul Terdampak Kekeringan, BPBD Dibanjiri Pengajuan Droping Air Bersih

Khairul Ma'arif • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 03:00 WIB

 

LANGGANAN: Droping air bersih yang dilakukan BPBD Bantul di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan di Kapanewon Dlingo.
LANGGANAN: Droping air bersih yang dilakukan BPBD Bantul di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan di Kapanewon Dlingo.

 


RADAR JOGJA - Lima kapanewon dengan 10 kalurahan di Kabupaten Bantul terdampak kekeringan. Yakni di Kapanewon Dlingo, Pajangan, Pandak, dan Pundong yang sudah kesulitan air bersih sejak akhir Juni. Satu lainnya ada di Kapanewon Piyungan yang baru mengalami kekeringan.


Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, kekeringan pertama kali berdampak di Padukuhan Kebosungu II, Dlingo. Sekitar seribu kepala keluarga (KK) kesulitan air bersih.
Saat ini sudah ada sembilan proposal pengajuan droping air bersih. Tujuh di antaranya sudah dilakukan penyaluran ke wilayah yang terdampak.

Namun jumlah KK yang terkena imbas di setiap daerah berbeda. Seperti di Caturharjo, Pandak dialami 120 KK dengan total 421 jiwa. "Total BPBD sudah droping 26 tangki (ke 10 kalurahan, Red). Satu tangkinya 5 ribu liter," ucapnya.


Wilayah yang terdampak, lanjutnya, dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan. Yakni kalurahan dengan geografis pegunungan atau dataran tinggi. Penyebabnya karena tidak turunnya hujan sehingga debit air tanahnya berkurang.


Meski demikian, Antoni memprediksi, kekeringan kali ini tidak separah tahun lalu. Itu karena pada 2023, turunnya hujan tak turun hingga Januari tahun ini. Sedangkan kali ini, hujan diprediksi akan merata mulai pertengahan Oktober.


Sementara itu Plt Panewu Dlingo Marjihidayat menambahkan, di Kalurahan Terong dan Jatimulyo menjadi daerah rutin terdampak kekeringan.

Menurutnya, kekeringan tidak hanya dialami manusia saja. Melainkan juga akan berdampak pada lahan pertanian padi dan palawija. "Tidak bisa diairi karena kekeringan sehingga mengakibatkan gagal panen dan gagal hidup," ungkapnya.


Dampak ini, katanya, akan dirasakan saat hujan tidak turun hingga November mendatang. (rul/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#Droping Air Bersih #terdampak kekeringan #Bantul #BPBD #kapanewon