BANTUL - Selama proses pembuatan film, tim produksi sering mengalami momen-momen memuaskan.
Salah satunya saat penyelesaian adegan kunci.
Terutama yang telah direncanakan dengan detail selama berbulan-bulan.
Hal tersebut diungkapkan Pengelola Program Studi Tatakelola Seni Program Magister Universitas Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Nama pria tersebut: Doktor Koes Yuliadi.
"Keberhasilan mengambil gambar yang kompleks dan mendapatkan hasil memuaskan menjadi puncak pencapaian tim," kata Koes Yuliadi pada Senin (19/2024).
Jelas, menurutnya, ketika memproduksi film pasti ada tantangannya.
Misalnya faktor kejenuhan tim karena lamanya proses syuting.
"Perlu ada variasi tertentu agar bisa menemukan energi baru," ujarnya.
Menjaga motivasi dan semangat tim menjadi keharusan.
Agar proyek besar seperti film dapat diselesaikan dengan maksimal.
"Menghadapi tekanan dari ekspektasi penonton dan pihak-pihak terkait memerlukan kecermatan strategi," ucapnya.
Tim produksi fokus pada visi kreatif dan berusaha setia pada konsep asli film.
Penulis skenario dan sutradara film ini menyebut, proses pembuatan film memerlukan waktu panjang. Paling cepat satu tahun.
"Film itu kerja kompleks. Jika kita menemukan tim distribusi yang bagus dan punya konsep, saya yakin hasil (film) akan keren," ucap Koes ketika ditanya agar hasil produksi film sesuai ekspektasi. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin