RADAR JOGJA - Sampah bisa menjadi barang bernilai jika diolah dengan baik dan benar. Hal ini pun dibuktikan oleh keberadaan Bank Sampah Gemah Ripah, Badegan, Bantul. Selama 16 tahun sudah beroperasi untuk mengolah sampah dan memiliki nilai jual.
Direktur Bank Sampah Gemah Ripah Badegan Bambang Suwerda menjelaskan, masyarakat yang akan membuang sampah di bank ini telah diberikan pembekalan. Pemilahan harus dilakukan sejak dari rumah.
Kemudian sampah yang bisa ditabung, berupa plastik, kertas, kaleng, botol dan sejenisnya. Sampah yang terkumpul, akan ditimbang dan dihargai. Uangnya, tidak langsung diberikan. Namun dicatatkan pada buku rekening tabungan sampah tiap nasabah.
“Kami mengelola sampah plastik menjadi produk kerajinan daur ulang,” katanya
Dia mengaku, ada lima perajin yang membuat sampah itu menjadi kerajinan tas dan lainnya. Sedangkan total nasabah, saat ini mencapai dua ribua orang. Merupakan individu dan kelompok, datang dari Bantul hinhha Kulon Progo. Rekor tertinggi nasabahnya, mendapat tabungan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. “Jadi dari sampah bukan bayar, malah dibayar,” tegasnya.
Sedangkan untuk sampah organik, lanjutnya, nasabah diminta untuk mengolahnya di rumah. Menjadi kompos. Jika ada yang belum bisa membuat kompos, petugas Bank Sampah Gemah Ripah Badegan akan membantu.
Meski demikian, bank sampah ini juga melakukan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul. Ikut mengolah sampah organik dari daun sapuan jalan untuk dijadikan kompos dan dijual. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika