RADAR JOGJA - Tumpukan sampah di Jalan Wiyoro Baru, Baturetno, Banguntapan, Bantul belum sepenuhnya terangkut. Bahkan, volume sampah membeludak di depo tersebut. Padahal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul sudah melakukan pengangkutan.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi mengatakan, sampah yang menjadi tanggung jawab pihak swasta itu sudah diangkut sekitar 60 ton. Lantas dibuang ke TPST Piyungan. "Hari ini (kemarin, Red) tidak ada evakuasi sampah karena kuota TPST Piyungan habis," katanya, kemarin (15/8).
Menurutnya, pengangkutan yang dilakukan terakhir pada Rabu (14/8) lalu. Sampai sekarang belum dapat dilanjutkan. Bambang sendiri tidak mengetahui kapan akan dapat dilanjutkan lagi evakuasi tumpukan sampah di Wiyoro tersebut.
Dia berharap, agar ada kesadaran pihak swasta yang menjadi pengelola supaya dapat membersihkannya. Itu karena DLH Bantul sudah memberikan bantuan untuk melakukan pengangkutan.
Apalagi lokasi tersebut akan dijadikan fasad ruang terbuka hijau (RTH). Untuk menunjang pekerjaan tersebut dapat dilakukan secepatnya sehingga tidak mengganggu kesehatan lingkungan masyarakat setempat.
Bambang mengaku, terhadap pihak swasta yang bertanggung jawab sudah diberikan sanksi teguran pembinaan."Sanksinya tidak boleh membuang sampah di Wiyoro dan pihak swasta harus membersihkan sampahnya secara mandiri," tandasnya.
Sayangnya, Bambang enggan menyampaikan pihak swasta yang bertangung jawab terhadap keberadaan sampah-sampah tersebut.
Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait.
Itu dilakukan untuk mencari solusi atas ditutupnya TPST Piyungan. Evakuasi dihentikan dan dilanjut usai 17 Agustus. Dia juga belum mengetahui akan dibuang ke mana sampah-sampah tersebut.”Akan kami koordinasikan dengan kalurahan-kalurahan," tandasnya. (rul/din).
Editor : Satria Pradika