Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Abdul Halim Muslih Sodorkan Nama Hanung Raharjo ke Tim 9 PKB, Namun sampai Saat Ini Hanung Belum Dipanggil

Khairul Ma'arif • Rabu, 14 Agustus 2024 | 03:55 WIB

 

Ketua Sementara DPRD Bantul 2024-2029 Hanung Raharjo (dasi merah)
Ketua Sementara DPRD Bantul 2024-2029 Hanung Raharjo (dasi merah)

BANTUL - Bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Bantul yang akan mendampingi Abdul Halim Muslih hanya menyisakan tiga nama. Yakni Rony Wijaya, Aris Suharyanta, dan Hanung Raharjo.

Namun diketahui, nama Hanung yang kini menjabat sebagai Ketua Sementara DPRD Bantul 2024-2029 langsung disodorkan Halim ke Tim 9 PKB. “Yang jelas nama Pak Hanung disebut Pak Halim ketika diundang Tim 9,” sebut Sekretaris DPC PKB Bantul Subhan Nawwawi kemarin (13/8).

Subhan mengaku, saat ini Hanung belum dipanggil oleh tim yang berisikan politisi PKB serta pengurus PCNU Bantul dan PWNU DIY. Hanya saja, dua sosok lainnya sudah memenuhi panggilan. “Pak Aris dan Pak Rony sudah diundang kemarin,” sebutnya.

Pemanggilan mereka, kata Subhan, membahas terkait kesiapan dan komitmen menjadi bakal calon wakil bupati. Hanya saja, siapa sosok yang akan mendampingi Halim akan dikembalikan ke Tim 9. Terlepas dari adanya memorandum of understanding (MoU) PKB dengan Demokrat dan Gerindra yang disebut sebagai kerja sama. “Karena semuanya (hasil, Red) kembali ke Tim 9,” tegasnya.

Terpisah, Hanung mengaku, tidak mengetahui soal namanya yang disodorkan Halim untuk menjadi wakil bupati. “Saya tahu dari media,” lontarnya.

Meski demikian, Hanung membenarkan jika saat ini Tim 9 PKB belum memanggilnya. Hanung yang menjabat sebagai sekretaris DPC PDIP Bantul ini menyebut, partainya juga belum menurunkan rekomendasi. Terlebih dengan adanya sosok Joko Purnomo yang kini menjabat sebagai ketua partainya. “Kami (Hanung dan Joko, Red) saling mendukung dan mengisi mana tugas yang bisa dilaksanakan kami bantu. Perkara itu (rekomendasi, Red) semua diserahkan ke DPP,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Bantul Joko Purnomo mengkritik pola komunikasi kandidat calon Pilkada Bantul 2024 yang tidak melalui partai politik (parpol). Baginya, pola komunikasi harus melewati partai ketika hendak meminang seorang kader parpol. Hanya saja, Joko tidak menyebutkan kritiknya ini ditujukan kepada parpol mana dan siapa sosoknya.

“Mohon maaf ya, jadi ini kritik. Saya kritik kepada partai yang selama ini saya lihat komentar di media yang arahnya ini intervensi kepada PDI Perjuangan,” katanya saat ditemui di Kantor DPRD Bantul.

Menurutnya, PDI Perjuangan ini terbiasa dengan etika. Ketika akan memanggil atau meminang anggota partai, komunikasi akan dilakukan terlebih dahulu antarparpol. “Tidak boleh langsung comot sosoknya,” lontarnya.

Disinggung soal rekomendasi, wakil Bupati Bantul ini menyebut, DPP PDIP akan mengeluarkannya pekan ini. “Diharapkan seluruh jajaran partai siap untuk melaksanakan keputusan tersebut,” ucapnya.

Ketua DPC Demokrat Bantul Rony Wijaya pun mengaku legowo saat ada nama Hanung yang langsung ditunjuk oleh Halim. Dia pun sadar diri jika partainya kalah dalam jumlah kursi. Sebab Hanung lewat PDIP dengan 12 kursi, sedangkan Demokrat hanya tiga kursi.

Meskipun dari MoU yang dilakukan bersama PKB Rony diplit sebagai calon wakil bupati, dia akan menerima keputusan akhirnya. “Kami menjalani saja mana yang terbaik itu wilayah dapur dari internal masing-masing, dari PKB mana yang akan diputuskan,” tuturnya. (rul/eno)

Editor : Satria Pradika
#DPRD Bantul #PWNU DIY #Abdul Halim Muslih #PCNU Bantul