Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Padukuhan di Kalurahan Selopamioro Langganan Kekeringan, Warga Diminta Irit Air

Khairul Ma'arif • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 13:55 WIB

 

Warga menyedot selang untuk mengalirkan air yang bersumber dari mata air ke rumahnya, di Dusun Kalidadap 1, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Selasa (29/8/23).
Warga menyedot selang untuk mengalirkan air yang bersumber dari mata air ke rumahnya, di Dusun Kalidadap 1, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Selasa (29/8/23).

RADAR JOGJA – Sebanyak tiga padukuhan di Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul jadi langganan kekeringan. Yakni Padukuhan Kalidadap 1, Kalidadap 2, dan Siluk 2 bagian atas. Hal ini karena kondisi wilayah yang berada di daerah pegunungan.

Lurah Selopamioro Sugeng mengatakan, kekurangan air akan terjadi saat tidak adanya hujan hingga September. Semantara bulan ini, ketersediaan air masih bisa teratasi.

Meskipun jadi langganan kekeringan, namun dia memastikan kini belum terjadi. Sebab belum ada laporan dari warganya. Khususnya di tiga padukuhan yang sering terdampak. “Kalau ngirit air sudah. Sekarang jangan membuang banyak air sudah kami sampaikan ke warga,” katanya kemarin (9/8).

Selama ini, warga hanya mengandalkan ketersediaan air dari sumur bor dan mata air. Tahun lalu, ada bantuan sumur bor di Padukuhan Kalidadap 1 RT 1. Berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMK) Bantul yang mampu mencukupi 42 warga. “Sumur bor pakai air tanah kedalaman 126 meter,” sebut Sugeng. 

Sementara itu, Kepala DPMK Bantul Sri Nuryanti membenarkan, instansinya pada 2023 lalu memberikan bantuan sumur bor. Disadarinya, memang bantuan tersebut belum maksimal karena jangkauannya belum menyeluruh. “Kami beri bantuan hanya beberapa titik yang betul-betul krisis air bersih belum bisa sesuai permohonan masyarakat,” bebernya.

Disampaikan, permasalahan kesulitan air ketika kemarau panjang banyak faktornya. Di antaranya seperti sumur bor sedang dibangun debit airnya bagus tetapi tiba-tiba hilang karena kultur tanah. Kadang juga ada yang karena voltase listriknya yang tiba-tiba turun. (rul/eno)

Editor : Satria Pradika
#sumur bor #kekurangan air