RADAR JOGJA – Jumlah kasus stunting di Kapanewon Srandakan masih mencapai 218 anak. Angka tersebut menjadikannya tertinggi se-Kabupaten Bantul dibanding kapanewon lainnya.
Panewu Srandakan Sarjiman menjelaskan, tingginya angka stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya kemiskinan, kurangnya pengetahuan masyarakat, dan masih spekulatifnya program penanganan stunting yang dilaksanakan oleh pemerintah kapanewon.
Oleh karena itu, ketoprak berjudul Genting Angsa digelar. Pementasan melibatkan jajaran pemerintah kapanewon, Kapolsek, Danramil, keapa puskesmas, hingga para lurah. Menceritakan konflik suatu keluarga yang masih minim pengetahuan tentang permasalahan stunting. Keluarga tersebut masih menganggap stunting adalah hal ghaib alias hanya mitos belaka.
Sementara itu, Panewu Anom Srandakan Karjiyem menambahkan, tujuan diadakannya pementasan ketoprak Genting Angsa ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama pada remaja, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu dengan balita. Pesan yang ingin disampaikan adalah stunting dapat diperangi sedini mungkin. "Judul Genting Angsa adalah akronim dari Gerakan Pencegahan Stunting untuk Anak Bangsa," ucapnya.
Pentas ketoprak ini termasuk dalam rangkaian acara Gelar Budaya dan UMKM Srandakan yang berlangsung pada 9-10 Agustus. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika