Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DP3APPKB Bantul Lakukan Berbagai Cara Demi Tingkatkan Peran Pria Ikut KB

Khairul Ma'arif • Selasa, 6 Agustus 2024 | 05:55 WIB
Ilustrasi kb pria vasektomi (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi kb pria vasektomi (DOK JAWAPOS)

 

RADAR JOGJA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan minat KB di kalangan pria. Tujuannya agar tindakan KB tidak melulu dilakukan oleh kaum Hawa saja.


Itu lantaran memang pada dasarnya kaum Adam dapat turut serta dalam program KB melalui pemakaian kondom atau vasektomi. Sepanjang 2024, vasektomi masih minim peminat. Jumlahnya tidak sampai seribu pria.


Sedangkan yang memakai alat kontrasepsi kondom sudah cukup banyak mencapai belasan ribu. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan agar partisipasi pria bisa seimbang dengan wanita.

Sebab sampai sekarang, KB di Bantul mayoritas dilakukan perempuan melalui suntik, pil, dan IUD.


Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3APPKB Bantul Suprabandari menyampaikan, sudah menyiapkan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pria dalam program KB. Menurutnya, untuk vasektomi sudah dibentuk kelompok KB pria yang ada di tiap kapanewon.


Disediakan motivator KB pria untuk memberikan komunikasi informasi dan edukasi (KIE). "Dari Pemkab Bantul juga memberikan dukungan berupa reward sebesar Rp 1 juta kepada akseptor vasektomi," katanya, Senin (5/8/2024).


Pemberian itu tanpa diundi lagi setiap orang yang berminat pasti akan diberikan langsung. Kebijakan tersebut agar dapat memantik minat pria untuk melakukan vasektomi.
Sementara itu, untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi kondom pada pria, diberikan sejumlah kemudahan. "Distribusi selain dilakukan dari faskes juga diberikan melalui kader untuk kemudahan akseptor," ungkapnya.


Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bantul Esti Yulianingsih menilai, metode pendistribusian kondom semacam itu sangat efektif dan tepat. "Tetapi memang yang belum bisa maksimal di komunitas-komunitas seperti komunitas pekerja seks atau waria yang belum semerata masyarakat pada umumnya," ucapnya.


Esti mengungkapkan, reward terkait vasektomi dikhawatirkan dimanfaatkan kalangan pria yang butuh uang. Padahal, untuk vasektomi sendiri ada syarat yang harus dipenuhi. "Itu kan harus kesadaran penuh dan harus usianya serta anaknya usianya harus lebih dari lima tahun," tegasnya. (rul/eno)

Editor : Satria Pradika
#Pria Ikut KB #DP3APPKB Bantul #vasektomi #KIE