RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul kembali berencana membangun Tempat pengolahan sampah sementara (TPSS) baru. Lokasinya tak lagi ada di Srimulyo, Piyungan yang sempat mendapat penolakan. Namun kembali di wilayah Gadingsari, Sanden.
Tepatnya berada di utara Pantai Pandansari. Total luas lahan yang akan digunakan mencapai lima ribu meter persegi. Dengan status lahan merupakan Sultanaan Ground (SG).
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengaku, pembuatan TPSS ini masih dalam proses perencanaan. Karena lahan berstatus SG, pengurusan izin pun masih harus dilakukan. Selain itu, masyarakat perlu disiapkan agar tidak lagi terjadi penolakan. "Saya belum bisa matur banyak, ini kan masih proses," ujarnya Senin (5/8).
Selain itu, dia juga memastikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Dingkikan di Argodadi, Sedayu, Bantul ditargetkan akan beroperasi pekan ini. Itu menyusul sudah selesainya pemasangan panel listrik. "Panel listriknya sudah nyala, kan tidak memakai bahan bakar minyak," katanya.
Oleh karena itu, TPST Dingkikan sudah siap beroperasi untuk modul satu. Nantinya, dapat mengolah sampah per hari hingga 20 ton.
Sementara untuk TPST Modalan, lanjutnya, baru akan beroperasi pada September. Sekarang personel sedang disiapkan dengan melakukan pelatihan di Sokowaten, Tamanan, Banguntapan, Bantul.
Terpisah, Lurah Srimulyo Wajiran menuturkan, pengerjaan proyek TPSS di wilayahnya berhenti sejak adanya penolakan. "Saya dilanjut Alhamdulilah, tidak ya Alhamdulilah," lontarnya. (rul/eno)