RADAR JOGJA - Becek, licin, hingga kerap menyebabkan terpeleset. Itulah kondisi salah satu jalan di RT 28 Padukuhan Bandung saat musim hujan. Namun, kondisi akses utama warga salah satu padukuhan di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, tersebut saat ini sudah lebih baik.
”Karena sudah diperbaiki dengan cor blok,” jelas Anugrah Putra Fahrudin, ketua kelompok padat karya dana keistimewaan (danais) RT 28 Sabtu (27/7).
Warga, kata Anugrah, sudah lama menantikan program perbaikan jalan berupa cor blok. Namun, baru tahun ini mendapatkan bantuan dari pemerintah.
”Satu-satunya harapan memang cor blok. Kalau aspal tidak memungkinkan,” ucapnya.
Ya, salah satu jalan di RT 28 cukup sempit. Lebar salah satu titik jalan hanya sekitar dua meter. Meski, ada yang lebarnya mencapai tiga meter.
”Yang dicor sepanjang 66 meter,” sebutnya.
Seperti di kampung lainnya, pelaksanaan padat karya danais di RT dikerjakan 34 orang. Waktu pelaksanaannya selama 12 hari. Itu sesuai petunjuk dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul. Selama pelaksanaan, seluruh pekerja mendapatkan upah perangsang kerja sebesar Rp 70 ribu per hari.
”Ketua kelompok mendapatkan Rp 90 ribu per hari,” ungkapnya.
Anugrah berpendapat program padat karya danais bisa menjadi solusi bagi pembangunan infrastruktur kampung. Lantaran program ini bisa menyentuh berbagai persoalan infrastruktur yang tidak dijangkau dinas pekerjaan umum perumahan dan kawasan permukiman.
”Pemerintah kalurahan sebenarnya bisa menjangkau. Tapi, anggaran kalurahan terbatas,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Penempatan Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantul Rumiyati menambahkan, pelaksanaan padat karya danais dimulai Senin (15/7/2024) hingga Sabtu (27/7/2024).
”Pelaksanaan selama 12 hari. Dengan melibatkan 34 pekerja,” sebutnya.
Rumi, sapaan Rumiyati, menyebut padat karya danais kali ini sebanyak 50 titik. Masing-masing titik dialokasikan anggaran sebesar Rp 55 juta.
”Salah satu tujuannya adalah pengembangan potensi wilayah,” tambahnya. (*/rul/zam)
Editor : Satria Pradika