RADAR JOGJA – Sejak pagi jalan menuju Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul padat. Kemacetan tak terelakan. Karena banyak masyarakat dan wisatawan yang hendak melihat layangan raksasak dalam Jogja International Kite Festival (JIKF).
Tahun ini kembali digelar di Pantai Parangkusumo, Sabtu-Minggu (27-28 Juli). Ratusan layangan beraneka rupa terbang secara bergantian selama dua hari untuk memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono X. Tak ayal kondisi itu mengakibatkan langit Pantai Parangkusumo dipenuhi layang-layang.
Bibir Pantai Parangkusumo tidak hanya dipenuhi penerbang layangan tetapi juga para penonton. Berbagai macam layangan hadir seperti superman, harimau, ikan dan bentuk ketupat.
Baca Juga: Konsolnas Muhammadiyah di Unisa Didatangi Pedemo Minta Jangan Kelola Tambang, Khawatir Dosa Ekologis
Baca Juga: Bahaya Efek Samping Suntik Putih yang Mengintai di Balik Kulit Cerah
Jumlah pesertanya mencapai ratusan orang dari berbagai daerah di Indonesia juga dari luar negeri. JIKF merupakan event tahunan dan kali ini masuk penyelenggaraan yang kesembilan kalinya.
“Pesertanya dari 14 negara termasuk Indonesia dari nasional ada 250 peserta yang internasional 34 peserta dari 13 negara,” ujar Koordinator Humas JIKF Sustono Auri Handoko, Sabtu (27/7).
Kriteria penilaian ada tujuh yang semuanya menjadi wewenang dewan juri. Besaran hadiahnya jutaan rupiah untuk para peserta. Ukuran layangan paling besar dari Tiongkok yang mencapai 150 meter.
Angin di Pantai Parangkusumo sangat cocok untuk menerbangkan layangan. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Minggu (28/8). Sekitar ada 280-an layangan yang diterbangkan selama dua hari ini.
“Tujuannya untuk mempersatukan pegiat layang-layang yang dapat menyatukan dunia dari konflik berkepanjangan,” ucap Sustono.
Baca Juga: Konsepnya Risk Management Partnership, Jasindo Perkuat Bisnis melalui Salesforce dan Jejaring Daerah
Baca Juga: Sudah Sah! Berikut 3 Hal Unik di Pernikahan Thoriq Halilintar dan Aaliyah Massaid
Tidak hanya itu, agenda tahunan ini juga dapat menarik wisatawan dari mancanegara dan domestik. Tentunya itu cukup baik karena kunjungan destinasi menjadi lebih meningkat dari biasanya.
Sementara itu seorang pengunjung Olivia Valen mengaku, datang ke Pantai Parangkusumo karena senang dengan seni disaat yang bersamaan layangan yang diterbangkan unik-unik.
Apalagi karena dari internasional dari berbagai negara sehingga banyak mendatangkan peserta yang berbeda-beda. Kondisi itu menjadikan layangan yang ditampilkan penuh variasi. “Saya senang layangan Hanoman,” tandasnya.
Sementara itu seorang peserta Wieslaw dari Polandia mengungkapkan, tertarik ikut JIKF karena eventnya bagus. Penyelenggaraannya sangat baik sehingga dia membawa dua layang-layang satu di antaranya karakter superman. "Ini kali pertama saya ikut eventnya," tegasnya. (rul/pra)
Editor : Heru Pratomo