Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Empat SMPN di Satu Kapanewon, YPP 17 Beri Alasan SMP YP 17 Pandak Tak Beroperasi Lagi

Khairul Ma'arif • Jumat, 26 Juli 2024 | 10:30 WIB
LENGANG: Kondisi SMP YP 17 Pandak yang sudah berhenti beroperasi sejak 2023 lalu. Hal ini karena minimnya siswa yang mendaftar akibat zonasi PPDB.KHAIRUL MA’ARIF/RADAR JOGJA 
LENGANG: Kondisi SMP YP 17 Pandak yang sudah berhenti beroperasi sejak 2023 lalu. Hal ini karena minimnya siswa yang mendaftar akibat zonasi PPDB.KHAIRUL MA’ARIF/RADAR JOGJA 

RADAR JOGJA – SMP YP 17 Pandak, Bantul sudah berhenti beroperasi sejak tahun lalu. Berbagai macam faktor di antaranya siswa yang semakin sedikit mengakibatkannya sulit eksis. SMP YP 17 Pandak berada di bawah naungan Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas (YPP 17).

Pihak yayasan akhirnya angkat bicara mengenai SMP YP 17 Pandak yang sudah tidak beroperasi lagi. Tantangan zaman yang semakin banyak SMP Negeri menjadikan sekolah swasta bukan prioritas utama lagi. Ketua YPP 17 Barori menyampaikan, di Bantul umumnya jumlah sekolah sudah sangat berdesakan sehingga sangat ketat.

“Apalagi di Pandak ada empat SMPN dalam satu kapanewon itu sudah menghabisi siswa,” katanya, Rabu (24/7). Kondisi itu juga menjadi satu di antara faktor gulung tikarnya SMP YP 17 Pandak karena sulit bersaing. Menurutnya, YPP 17 juga memiliki sekolah di Temanggung dan sekarang masih bisa eksis karena menerima sampai 10 kelas siswa barunya.

Baca Juga: Selundupkan Narkoba untuk Pacar di Lapas Wonosari, Seorang Wanita Diringkus Polisi karena Membawa 30 Butir

Baca Juga: KPAI dan JPW Desak Polres Lakukan Pengusutan, Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 10 Anak di Saptosari Gunungkidul

Dia menuturkan, dari yayasan sudah melapor ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mengenai berhentinya SMP YP 17 Pandak. Jumlah siswa yang semakin sedikit pendaftarnya menjadi alasan utama sekolah yang terletak di Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul. Apalagi menurutnya kalau sekolah swasta itu sumber utamanya siswa dalam proses operasionalnya.

Barori mengungkapkan, kondisi yang dialami SMP YP 17 Pandak seharusnya menjadi pengingat pemerintah agar secara serius nasib sekolah swasta. Menurutnya, ketika ada dalam satu daerah sekolah swasta sebaiknya SMPN tidak berada di lokasi yang sama. Dengan kondisi itu seharusnya sumber daya negara nantinya juga dapat turut dialihkan ke swasta tidak melulu ke negeri.

“Salah satu yang utama itu minimnya siswa,” tuturnya. Dia menceritakan, kalau ditarik jauh ke belakang sekolah swasta dahulu memiliki peranan penting. Itu karena medio 1960an hingga 1980an jumlah sekolah negeri masih sangat lah minim.

Seperti SMP YP 17 Pandak ini yang sudah beroperasi sejak puluhan tahun silam hadir sebagai bentuk partisipasi mencerdaskan kehidupan berbangsa. Ketika dalam perjalanannya negara yang sudah mulai memiliki pendanaan yang mumpuni sehingga banyak mendirikan sekolah yang status negeri atau milik pemerintah.

Baca Juga: Dibuka Kembali! Tur Istana Kepresidenan Yogyakarta, Catat Tanggal dan Cara Pendaftarannya...

Baca Juga: Info Pemadaman Listrik Yogyakarta Jumat 26 Juli 2024, Ini Dia Sejumlah Lokasinya

Sebagai advokasi kebijakan kalau menurut saya pemerintah secara serius memikirkan sekolah2 swasta artonya kalau di situ ada sekolah swasta kemudian sekolah negerinya jangan itu. Bagaimana sumber daya negara yang untuk negeri itu juga dialihkan untuk swasta. Barori mengatakan, berjamurnya sekolah negeri memiliki dampak terhadap eksistensi sekolah swasta.

“Sekolah negeri kan juga butuh murid dengan fasilitas yang ada. Pandangan kami memang kondisinya seperti itu seleksi alam juga,” katanya. Meskipun memang disadarinya ada sejumlah sekolah swasta yang dapat bisa survive sampai sekarang tidak bernasib seperti SMP YP 17 Pandak. Diakuinya memang  secara husnuzon bangkrutnya SMP YP 17 Pandak karena sudah tidak dapat berkompetisi sehingga kalah saing.

Barori berpesan kepada pengelola sekolah swasta yang masih eksis agar dapat membuat rancangan yang sesuai kapasitasnya dan terus berinovasi sehingga dapat bersaing melintasi zaman. Menurutnya harus ada modal dan teknologi yang menopang sehingga hadir selalu inovasi yang segar. Tidak hanya cukup bermodalkan tekad dan semangat yang kuat semata.

Baca Juga: Capaian Imunisasi Polio Diprediksi Lampaui Target, Kota Jogja Kerap Jadi Jujugan Warga Luar Daerah

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan Retribusi, Komisi B DPRD Kota Jogja Dukung Digitalisasi Pasar Tradisional

“Infrastruktur dibenahi, gurunya ditingkatkan sehingga performa mengajarnya lebih baik,” tuturnya. Bangunan SMP YP 17 Pandak yang sudah menjadi milik YPP 17 sekarang nasibnya belum jelas ke depan akan diapakan. Menurutnya sekarang dari yayasan masih berembug mengenai penggunaan gedung tersebut seperti apa ke depannya.

Sementara itu eks Kepala Sekolah SMP YP 17 Pandak mengungkapkan, para guru yang pernah mengajar di situ sudah pindah sekolah. Menurutnya, ketika dianggap sudah mulai kekurangan siswa para guru sudah diminta untuk mulai mencari sekolah. Itu dilakukan agar dapat langsung sekolah tempat mengajar baru tanpa menunggu berhenti beroperasi. (rul/pra)

Editor : Heru Pratomo
#yayasan #negeri #SMP #Pandak Bantul