BANTUL – Jasa Pengelolaan Sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Bawuran, Piyungan, Kabupaten Bantul mendapatkan sokongan dana dari pihak swasta.
Itu lantaran, dalam pembangunan ITF kekurangan anggaran.
"Masalah pendanaan pembangunan ITF Bawuran sempat tersendat, kini sudah ada jalan ke luarnya," ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja, Kamis (25/7/2024).
ITF merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Bantul.
Pembangunannya di bawah naungan Perusahaan umum daerah (Perumda) Aneka Dharma.
Oleh karena itu dukungan swasta sangat dibutuhkan demi keberlanjutan pembangunan ITF.
Itu sebabnya kerja sama operasi (KSO) antara Perumda Aneka Dharma dengan swasta PT Putra Dewa dilakukan.
Sistem kerja sama nantinya dalam wujud operasional bukan pinjam uang.
“Sudah ditandatangani KSO, jadi (Putra Dewa, Red) membiayai dari keseluruhan biaya pembangunan ITF Bawuran,” bebernya, Kamis (25/7/2024).
Adapun biaya tanggungan pembangunannya diperkirakan Rp 22 miliar.
Baca Juga: Terancam Punah, Gumuk Pasir Barchan Menjadi Destinasi Wisata Premium
Agus berharap, kolaborasi antara swasta dengan BUMD selesai sesuai target, yakni September.
“Setelah ini harusnya dibangun segera biar cepat rampung,” ujar pria yang pernah menjadi Kepala Dinas Kesehatan Bantul ini.
Menurutnya, ketika sudah selesai pembangunannya dan ITF Bawuran beroperasi akan dilakukan pengembangan lebih lanjut.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi menambahkan, Aneka Dharma sempat mencari investor swasta untuk kerja sama agar dapat menolong masalah pendanaan.
Sejumlah pihak swasta digaet unuk melakukan investasi. Termasuk PT Putra Dewa.
Berbeda dengan Agus, Bambang sendiri belum mengetahui investor swasta yang menyokong dana untuk ITF Bawuran.
“Dengan siapa saya belum mendapat informasi detailnya yang ngerti kan Aneka Dharma,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Bantul itu menuturkan, Aneka Dharma masih kekurangan dana sekitar Rp 20 miliar.
Angka tersebut dibutuhkan untuk keberlanjutan pembangunan ITF Bawuran.
Besaran dana tersebut digunakan di antaranya untuk infrastruktur mesin dan hanggarnya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva