BANTUL- Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dlingo, Bantul berharap perguruan tinggi di Jogjakarta intens terjun ke lapangan.
Diminta melakukan pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana yang tertuang dalam implementasi Tri Dharma perguruan tinggi.
Seorang anggota kelompok ecoprint kawasan ekowisata Gunung Cilik (Guci), Dlingo, Bantul Hartini mengatakan, dalam pengembangan UMKM pihaknya memerlukan dukungan dari para akademisi.
"Saya berharap perguruan tinggi di Jogjakarta juga mendampingi masyarakat dalam meningkatkan sektor UMKM dan pariwisata," kata Hartini.
Dia mengatakan hal tersebut di sela pelatihan pengelolaan media sosial (medsos) dari ITB Bandung di Ekowisata Guci, Dlingo, Bantul Jumat (12/7/2024).
Karena diakui, sejauh ini baru ITB yang melakukan pendampingan pada kelompoknya.
Dengan tangan terbuka Hartini siap menyambut kedatangan para akademisi untuk menularkan ilmu.
"Dari pelatihan ini kami menjadi tahu pentingnya promosi melalui media."
"Wawasan kami terbuka, ilmu bertambah," ucapnya.
Sementara itu, Dosen Kelompok Keahlian (KK) Literasi Budaya Visual, Fakultas Seni Rupa
dan Desain (FSRD) ITB Lusia Marliana Nurani mengatakan belum semua pelaku UMKM paham dunia digital.
"Belum mampu mengoptimalkan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan barang," kata Lusia.
Karena tidak mengetahui cara berpromosi lewat media sosial, maka muncul kendala dalam pemasaran.
Padahal media sosial merupakan sarana yang mudah, murah, dan terjangkau.
"Program pengabdian kepada masyarakat dari ITB diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para perajin ecoprint akan manfaat media sosial untuk promosi dan membangkitkan kreativitas," jelasnya.
Terdapat poin penting dalam Tri Dharma perguruan tinggi.
Secara umum, peraturan mengenai pelaksanaan dari program ini bahkan sudah tercantum dalam Undang-Undang.
Tepatnya pada UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Dalam undang-undang tersebut tertulis bahwa, perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin