RADAR JOGJA – Sampah masih menjadi persoalan yang belum bisa terselesaikan. Baik itu di Kabupaten Sleman maupun Bantul. Seperti dengan Keberadaan TPST Sendangsari, Minggir, Sleman, dan TPSS Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Di TPST Sendangsari, sampah yang diolah menimbulkan bau dan mengganggu warga. Hal ini membuat masyarakat setempat meminta agar TPST ditutup smentara. “Tempat pengelolaan sampah itu mestinya jauh dari permukiman, tapi ini dekat,” ujar salah satu perwakilan warga Muh Zaenuri Selasa (9/7).
Hal ini pun mengganggu aktivitas masyarakat. Sebab bau sampah tercium dari tempat ibadah, pasar, hingga sekolah. “Kami hanya meminta kenyamanan,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Ketua Satgas Sampah Sleman Haris Martapa mengaku, penutupan sementara tersebut sulit dilakukan. Sebab menghentikan operasional TPST akan mempengaruhi target pengolahan sampah. “Akibatnya nanti besar sekali,” ujar Haris.
Namun dia memastikan, akan segera menyelesaikan bau sampah yang ada. Melalui pengambilan produk sampah yang sudah diolah menjadi RDF secara langsung. Sehingga tidak ada lagi penumpukan sampah. “Kami juga akan secara selektif menerima sampah. Jadi sampah baru, bukan yang sudah lama menumpuk sampai tiga hari,” katanya.
Menurut Haris, upaya tersebut bisa mengurangi intensitas bau. Karena itu, masyarakat diminta menunggu progres ini. “Bersama kita pantau dua minggu sampai satu bulan ke depan,” ucapnya.
Selain itu, solusi jangka panjang juga disiapkan. Di antaranya penambahan penutup atap TPST agar sampah tidak terkena tampias hujan. Kemudian pembuatan pintu di selatan dan utara, serta pembangunan gudang penyimpanan tertutup.
Pun dengan membeli satu unit tambahan pengering hingga menambah vegetasi. “Semoga anggarannya sudah disetujui Agustus mendatang,” harapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristiyani menuturkan, pihaknya telah melakukan penyemprotan dengan minyak cengkeh dan mengintrusikan pembersihkan setelah proses pengelolaan untuk mengurangi bau. “Kami masih mencari strategi operasional terbaik,” ujarnya singkat. (cr1/eno)