RADAR JOGJA – Tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Kalurahan Srihardono, Pundong, Bantul masih dijaga warga. Penjagaan dilakukan secara bergantian untuk memastikan TPS tidak lagi beroperasi.
Panewu Pundong Vita Yuliatun menyebut, warga yang berjaga bertugas untuk mengantisipasi adanya kendaraan roda empat yang masuk untuk membuang sampah. Mengingat saat ini TPS ilegal tersebut sudah ditutup. “Hari Rabu sore masih datang dua mobil pikap tapi disuruh balik sama warga,” lontarnya kemarin (7/7).
Pembersihan sampah di lokasi pun masih dilakukan. Sebab berdasarkan kesepakatan, sampah yang tertimbun harus bersih pada 31 Juli mendatang. “Pak Udin yang memilah sampah. (Hanya, Red) satu orang (yang membersihkan, Red),” ungkapnya.
Persoalan sampah, juga terjadi di Sanden. Namun kedatangannya bercampur dengan pupuk kompos yang dipesan petani beberapa waktu lalu. Kini, sampah tersebut hanya ditimbun tanah.
Langkah ini dinilai jadi solusi tercepat untuk menyelesaikan persoalan sampah tersebut. Penimbunan dilakukan dengan bantuan alat berat untuk melakukan penggalian tanah. “Kami minta difasilitasi dari perusahaan cor proyek Jembatan Srandakan yang kebetulan ada di dekat lokasi,” beber Panewu Sanden Deni Hartono. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika