Foto Rizky Wahyu/Radar Jogja
Keterangan Sekprov DIJ Benny Suharsono
Foto lain Mas Elang
BANTUL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk mengosongkan sampah di seluruh depo.
Nantinya, sampah-sampah itu bakal dibuang ke TPA Piyungan.
Sekertaris Provinsi (Sekprov) DIY Benny Suharsono mengatakan, pemprov berjanji akan menggaransi dan bertanggung jawab atas permasalahan tersebut.
"Bukan berarti desentralisasi sampah Provinsi diam, tidak lho, sementara yang dibully kan kami," ucapnya, Sabtu (6/7/2024).
Lanjut Benny, jika saat ini masih terdapat depo sampah di Kota Jogja yang belum kosong, maka baginya semua itu tergantung upaya dari Pemkot Jogja yang menangani.
"Makanya kemarin sebelum hujan, target sehari berani tidak 500 sampai 600 ton per hari sekotak, kan waktu di lapangan seperti itu. Berarti semangatnya harus dipompa lagi," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini Pemkot Jogja tidak membuang sampah ke mana-mana.
Kota sudah konsisten diarahkan untuk membuang sampah ke transisi satu dan transisi dua, sehingga kasus pembuangan sampah liar Kota Jogja di Pundong dan Sanden, Bantul itu seharusnya tidak terjadi.
Baca Juga: Menikmati Alam Berpetualang di Gua Jomblang, Rasakan Sensasi Keunikan Formasi Geologi Yogyakarta
Mengingat dari Pemprov DIY yang telah mengintruksikan Pemkot Jogja, Pemkab Sleman dan Bantul untuk membuang sampah di TPA Piyungan.
"Sampah kota dibuang ke Pundong itu tidak. Karena satu pintu kebijakannya Kota dengan Pemprov DIY, Bantul, dan Sleman yang mempunyai satu misi semua ke TPST Piyungan, di transisi satu dan transisi dua. Clear ya, supaya tidak jadi friksi," jelasnya.
Tak hanya itu, menurut Benny pihak Pemprov DIY juga akan menyambut baik semua pihak yang ingin bersama-sama mengolah sampah di DIY.
Namun, itu semua harus dibarengi dengan komunikasi yang baik.
"Jadi kalau siapapun, nyuwun sewu ingin bersama-sama mengolah sampah saya senang sekali. Tapi mari berkomunikasi," tandasnya. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva