BANTUL - Madrasah Aliyah Darul Mushlihin Bantul (Madamusba) mengikuti kegiatan sosialisasi tanggap siaga kecelakaan.
Menggandeng STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Yogyakarta, para pelajar dibekali ilmu tentang pertolongan ketika terjadi kecelakaan.
Wakil Kepala (Waka) Bidang Kesiswaan Madamusba, Jefri Ajiz Setiawan mengatakan kegiatan ini sebagai bekal bagi para pelajar ketika berada dalam situasi genting.
"Ilmu pengetahuan tanggap darurat yang harus didahulukan ketika secara mendadak terjadi kecelakaan," kata Jefri Ajiz Setiawan pada Minggu (23/6/2024).
Pelaksanaan kegiatan menggandeng mahasiswa dari STIKES Yogyakarta pada Sabtu (22/6/2024).
Dilaksanakan dalam rangka memberikan sosialisasi seputar tanggap darurat kecelakaan di satuan pendidikan.
"Semoga dapat menginspirasi kepada kita untuk benar-benar siap dan tanggap jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Kemudian memberikan tambahan ilmu bermanfaat bagi peserta didik.
Mampu menjadikan para siswa paham tentang arti penting tolong menolong dan memberikan bantuan terhadap sesama.
"Selain itu, juga bisa menumbuhkan kewaspadaan pada diri siswa untuk selalu berhati-hati di manapun dan kapan saja," jelasnya.
Sementara itu, salah satu Mahasiswi STIKES Zaskiya Anggraini menyampaikan tentang upaya penanganan ketika terjadi kecelakaan.
Menurutnya ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika terjadi korban kecelakaan.
"Yaitu identifikasi awal, proses pemindahan, upaya mengatasi cidera baik luka ringan, memar, pingsan, dan pendarahan," kata Zaskiya.
Identifikasi awal dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah korban mengalami luka ringan atau berat.
Sementara proses pemindahan dan upaya mengatasi luka ini sebagai tindak lanjut setelah mengetahui kondisi korban.
"Semua itu harus dipahami agar korban bisa diselamatkan secepat mungkin," terangnya.
Kata dia, penanganan yang efektif akan memberikan keselamatan dan mencegah risiko yang tidak diinginkan. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin