RADAR JOGJA - Cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah selama empat hari, tidak berdampak pada geliat pariwisata di Bantul. Intensitas kunjungan relatif sama ketika weekend pada biasanya. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menengarai hal itu karena momen Idul Adha mayoritas lebih memilih merayakannya dibanding melakukan liburan.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, dari 15 Juni hingga 17 Juni ada 22.538 wisatawan yang ke Bantul. Data 18 Juni belum dapat dirilis karena perekapan dilakukan pada malam harinya. Diperkirakan pada 18 Juni kunjungannya juga tidak mencapai 10 ribu.
Itu artinya diprediksi selama empat hari libur Iduladha hanya sekitar 30 ribuan pengunjung yang liburan ke Bantul. Angka tersebut relatif tidak jauh berbeda dari jumlah kunjungan weekend pada biasanya. "1-2 Juni kemarin 22.733 dan 8-9 Juni kemarin 17.460," katanya, Selasa (18/6/2024).
Meski angka pengunjungnya naik itu tidak seberapa karena liburnya selama empat hari. Apalagi kalau dibandingkan dengan libur long weekend Waisak beberapa pekan lalu. Pada long weekend Waisak 23 Mei - 26 Mei 2024 kunjungan pelancong ke Bantul mencapai 60.140 pengunjung.
Angka tersebut tentunya dua kali lipat dari jumlah kunjungan wisatawan pada libur Iduladha yang sama-sana empat hari. Markus mengungkapkan, kalau libur Iduladha dibandingkan dengan long weekend Waisak tidak apple to apple. "Karena libur long weekend di Mei itu kan dirayakan oleh umat yang jumlahnya sedikit sedangkan Iduladha kan umatnya banyak," tegasnya.
Menurutnya, kondisi itu pun ditambah karena pada hari ini yang notabene cuti bersama juga masih ada yang sembelih kurban. Selain itu, guru-gutu masih menyiapkan penerimaan rapot. Dia menilai, perbandingan yang apple to apple ketika libur Iduladha dibandingkan dengan weekend di bulan Juni ini.
, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo juga mengatakan hal senada. Libur Iduladha banyak yang memilihnya untuk berkegiatan di sekitar rumahnya. Kondisi itu pun otomatis membuat penurunan terhadap okupansi hotel.
Menurutnya, pada long weekend Waisak okupansi hotel di Bantul mencapai 75 persen. Sedangkan pada libur Iduladha dari 16 hingga 18 Juni okupansinya hanya mencapai 60 persen. "Artinya memang ada penurunan," tandasnya. (rul/din)
Editor : Satria Pradika