Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agro Wisata Bukit Dermo Tak Kunjung Dikerjakan, Dispar Bantul Sebut Masih Lelang, Tunggu Pemenangan Tender

Khairul Ma'arif • Rabu, 19 Juni 2024 | 01:00 WIB

Ma
Ma
 

RADAR JOGJA - Proyek Agro Wisata Bukit Dermo, Imogiri, Bantul sampai sekarang belum juga terlaksana. Kabarnya, sampai saat ini masih dalam proses lelang di unit layanan pengadaan (ULP). Pemenang lelang belum ada sehingga pengerjaan pembangunan untuk pengembangan objek wisata itu belum terlaksana.


Saat Radar Jogja mendatangi Bukit Dermo, kondisinya cukup memprihatinkan. Tidak ada seorang pun yang berada di lokasi. Lapak atau kios pedagang yang berada di sekitaran pintu masuk dalam kondisi tutup atau tidak berjualan.

TERBENGKALAI: Warga melintas di depan gaupra Agro Wsata Bukit Dermo Padukuhan Nawungan I, Imogiri, (18/6).Khairul Ma
TERBENGKALAI: Warga melintas di depan gaupra Agro Wsata Bukit Dermo Padukuhan Nawungan I, Imogiri, (18/6).Khairul Ma


Terdapat gapura di pintu masuk tetapi operasionalnya belum berjalan sama sekali. Ketika menelusuri sejumlah sudut kawasan Bukit Dermo banyak semak belukar yang tumbuh liar. Beberapa di antaranya sampai mengganggu jalan sehingga tidak nyaman.


Sejumlah gazebo dalam keadaan rusak bahkan ada yang ambruk. Padahal, Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul sudah berencana untuk pengembangan Agrowisata Bukit Dermo sejak tahun lalu. Namun, hingga hari ini pembangunan di lokasi tak kunjung dimulai. Agrowisata Bukit Dermo lokasi tepatnya berada di Padukuhan Nawungan I, Imogiri yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul.


Dukuh Nawungan I Jurianto menuturkan, sekarang ini sementara oleh kelompok warganya. Dia mengaku, pengelolaannya ke depan akan mengikuti arahan Dispar Bantul yang akan mengembangkan lebih lanjut.“Ya, memang masih semak belukar. Toh itu belum operasional,” ucapnya.


Menurutnya, sekarang baru ada satu atau dua warung saja yang berjualan sehingga belum dijaga. Terkadang tiap pekan ada kerja bakti untuk membersihkan terutama yang berjualan di Bukit Dermo.


Kelompok pengelola membersihkan dalam sebulan sekali. Dia menambahkan, gapura yang berdiri itu dibangun oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul. Ketika itu memang masih dikelola DKPP dan belum dilimpahkan ke Dispar seperti sekarang.


Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispar Bantul Yuli Hernadi membenarkan kalau sekarang prosesnya baru sampai tahap lelang. Belum ada pemenang tender sehingga masih berproses mencari yang ditunjuk. “Proses lelangnya sudah dibuka ada pendaftarnya. Sekitar 10,” katanya, kemarin (18/6).


Menurutnya, proses lelang ada tahapannya dan itu menjadi kewenangan kelompok kerja (Pokja) pengadaan. Nantinya pemenang lelang akan diputuskan dari Pokja tersebut. Kalau sudah ada pemenangnya baru akan bisa dimulai proses pembangunan.


Agrowisata Bukit Dermo akan dibuat wisata view yang dapat menikmati pemandangan matahari terbenam. Nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjangnya seperti tempat ibadah, toilet, pasar kuliner, amphiteater, dan jogging track. Posisinya yang di puncak bukit dapat melihat  pemandangan saat malam hari.


Menurutnya, lahan yang akan dikembangkan seluas sekitar 2,5 hektare. Status tanahnya merupakan Sultanaad Grond (SG) dan sudah dapat kekancingan untuk pengelolaannya. “Target pembangunan kami selama 150 hari,” ujarnya. (rul/din).

Editor : Satria Pradika
#Bukit Dermo #Wisata #dispar bantul #Imogiri