RADAR JOGJA - Rumor memasangkan Abdul Halim Muslih dengan Aris Suharyanta di Pilkada Bantul 2024 semakin menguat. Usai DPC Gerindra Bantul membuka opsi itu dan siap mengusung, bahkan akan memberikan surat tugas, kini selebaran digital menyebar di berbagai platform media sosial.
Selebaran itu memamerkan Halim-Aris berdampingan yang menarasikan sebagai bacabup dan bacawabup Bantul 2024. Gambar itu juga memiliki slogan yakni Bantul Unggul Madep Ngidul. Ditengarai itu karena ada pengembangan jalur jalan lintas selatan (JJLS) yang membelah Bantul sehingga terhubung dengan Kulon Progo dan Gunungkidul.
Saat ditemui di Kantor Bupati Bantul, Halim mengaku tidak mengetahui perihal menyebarnya selebaran digital dirinya bersanding dengan Aris. "Wah tidak tahu, itu siapa yang bikin,” ujarnya kepada wartawan Jumat (14/6). Dia menduga selebaran itu berasal dari inisiatif yang tidak jelas sumbernya.
Menurutnya, foto semacam itu bisa dibuat oleh siapa saja. Halim menyebut, tidak tahu adanya foto tersebut dan tidak ada juga yang mengonfirmasi kepadanya perihal untuk membuat selebaran tersebut.
Terpisah, Aris menilai gambar itu merupakan reaksi masyarakat yang mungkin saja pendukungnya. Dia menganggap wajar-wajar saja karena tidak bisa melacak sumber gambar itu dan siapa pembuatnya. "Yang jelas terkait pilkada saya kan diusung partai, sehingga saya belum banyak diskusi dengan partai,” bebernya.
Hal itu karena statusnya yang masih sebagai PNS, sehingga harus menghormati jabatannya itu. Kepala DPUPKP ini mengungkapkan akan purna tugas pada 1 Juli. Menurutnya, baru pada momen itu berani berkomunikasi dengan partai yang mengusungnya yakni Gerindra.
Sementara ini semuanya masih diserahkan ke Partai Gerindra terlebih dahulu. "Kalau memang partai mau melanjutkan mengusung saya siap. Kalau tidak, ya gakpapa,” tegasnya. Pria 59 tahun ini mengatakan, dari awal memang tidak ada rencana, keinginan, dan ambisi. Hanya karena ada ajakan partai.
Menurutnya, kalau memang berniat sudah pasti bersiap dari satu tahun lalu. Aris sudah mengetahui beredarnya selebaran digital itu dari temannya. Bahkan, sebetulnya banyak yang beredar bukan kali ini saja tetapi sudah yang kali ketiga.
"Foto itu tidak konfirmasi ke saya. Kalau bilang dulu, saya tidak mau,” tandasnya. Menanggapi beredarnya selebaran itu Aris menuturkan berarti orang atau simpatisan setuju Halim-Aris maju. (rul/laz)