RADAR JOGJA - Upaya warga Jagalan, Banguntapan, Bantul, untuk meminta penjelasan terkait keberadaan TPS3R Karangmiri terus dilakukan. Mereka pun menyampaikan aspirasi dan meminta Pemkot Jogja segera membuat keputusan terhadap TPS3R itu.
Ada ratusan warga yang turut ikut menyampaikan aspirasi di wilayahnya, kemarin (12/6). Bahkan disediakan juga panggung keadilan sebagai upaya menuntut kejelasan. Sejumlah poster mereka bawa dalam aksi itu.
Tokoh masyarakat Jagalan Zidni Nuri menyadari, persoalan sampah di DIY memang tidak kunjung selesai. Tetapi, pembangunan TPS3R Karangmiri bukan solusi bagi warga Jagalan. Ini karena justru menimbulkan dampak sosial dan lingkungan bagi warganya.
RT 12 Kalurahan Jagalan menjadi permukiman yang paling dekat dengan TPS3R Karangmiri. "Kami resah atas keberadaan TPS3R yang berdampak negatif," ujarnya.
Dikhawatirkan TPS3R ini menimbulkan bau dan mencemari Sungai Gajahwong yang berada di sebelahnya. Parahnya, keberadaan TPS3R ini tidak ada sosialisasi, bahkan koordinasi dengan pihak Kalurahan Jagalan sebelum pembangunan.
Warga lain Andri Triyanto menuturkan, dampak TPS3R Karangmiri baru akan terasa setelah setahun beroperasi. Baru beroperasi satu hari untuk uji coba saja baunya sudah tercium dari jauh. Pihaknya akan menunggu respons dari Pemkot Jogja seperti apa.
Terpisah, Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengatakan, penanggulangan sampah merupakan masalah sosial. Sehingga lumrah apabila ada sebagian masyarakat yang merasa tidak puas terhadap upaya dari pemerintah. Termasuk dalam proses pembangunan TPS3R Karangmiri.
Oleh karena itu, Sugeng menyatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi kepada masyarakat di wilayah Kalurahan Jagalan. Sehingga permasalahan terkait dengan pembangunan TPS3R Karangmiri dapat diselesaikan secara musyawarah.
"Ini (sampah) masalah bersama. Kalau kono dema demo, terus kene juga dema demo, lha sampahe arep didokok endi (kalau sana demo sini demo, sampahnya mau dibawa kemana)? Semua sedang ditata oleh Kota Jogja, sedang dikondisikan," ujar Sugeng saat ditemui Rabu (12/6).
Dia melanjutkan, kalau proses pembangunan maupun penanggulangan masalah di TPS3R Karangmiri sampai saat ini juga masih terus berjalan. Baik untuk gedung maupun alatnya juga masih dalam proses pembangunan serta pengadaan.
Sugeng memastikan apabila TPS3R Karangmiri sudah beroperasi nantinya, kemungkinan besar tidak akan mencemari lingkungan. Lantaran sampah yang dibawa ke TPS3R akan langsung diolah. Kalaupun ada limbah seperti air lindi, dia menjamin akan dicarikan solusi.
"Ekstremnya sampah tidak sampai turun truk. Truk bawa sampah, lalu dipilah kemudian dihancurkan jadi bubuk (RDF), langsung keluar dari lokasi (TPS3R),” terangnya. (rul/inu/laz)