RADAR JOGJA – Sampah di Stadion Sultan Agung (SSA) mulai dibersihkan Senin(10/6). Setelah dua dinas saling lempar tanggung jawab, keduanya langsung turun tangan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengerahkan enam personel, kemudian Disdikpora Bantul menerjunkan dua petugas dari pengelola stadion.
Pantauan Radar Jogja, delapan petugas yang ada belum mampu membersihkan seluruh sudut lapangan. Sebab di sisi selatan masih ditemukan sampah yang berserakan. Khususnya di bagian yang biasanya digunakan untuk parkir.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi mengatakan, kondisi sampah sudah terangkut sebelum pukul 09.00. Sampah yang terkumpul sekitar dua hingga tiga ton. Seluruhnya dibuang ke TPSS Gadingsari, Sanden.
Pengelolaan SSA, lanjutnya, berada di ranah Dikpora Bantul. Jika ke depan diperlukan bantuan pengelolaan sampah, dia mengimbau untuk langsung bersurat ke dinasnya. Hal ini untuk mengantisipasi sampah yang berserakan dan tidak tertangani.
Dia juga mengimbau, agar ke depan penyelenggara event yang menggunakan SSA bisa lebih bertanggung jawab. “Dikondisikan pengunjung atau jemaahnya kalau nanti waktu pulang dikumpulkan di satu titik,” tegasnya Senin (10/6).
Sementara itu, Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto menambahkan, pembersihan sampah di stadion masih berlanjut. Sebab belum seluruhnya terangkut.
Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan DLH Bantul terkait sampah yang tidak bisa diolah. “Apakah mau diolah sendiri atau dimintakan bantuan DLH Bantul untuk mengolahnya,” ucapnya.
Mengantisipasi adanya penumpukan sampah kembali, dia sudah mengimbau kepada panitia penyelenggara event untuk pengelolannya. Disinggung soal sanksi, dia tidak dapat memastikannya. (rul/eno)